UniqMag
spece

Polemik Perebutan Lapak Parkir di Pasar Kota Bojonegoro, Ini komentar Kadishub

berita terkini
Iskandar Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro.
Berita 1

BOJONEGORO, (suarajatimpost.com) - Polemik terkait Parkir kontrak kerjasama yang dikelola oleh Dishub Bojonegoro, semakin meruncing saat dua kubu tidak akur dan saling bertemu, dan saling bersaing dalam menawarkan Harga kontrak kerja sama.

Iskandar Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro dulunya lokasi parkir sudah dibagi.

"Dulu sudah kita bagi-bagi, ada Lucki, ada ugik, ada Chandra, dan mereka saling kudeta, memang Candra kerjasamanya dengan kita, tapi ternyata candra lari terbirit birit karena merasa tidak enak," terangnya.

Saat ditanya terkait omzet Perpakiran di seputaran Pasar kota, Iskandar menjelaskan, kalau kontrak kerja sama di 2018 sebesar 250 juta, kusus parkir yang di luar pasar (Bahu jalan) kalau yang di dalam pasar hal tersebut urusan PD Pasar.

"Kalau yang dalam pasar sekitar 480 jutaan lah, tapi itu kewenangan PD Pasar, siapa yang bilang kontrak kerja samanya 270, masuk ke Kas Daerah 250, suruh ke sini tak robeknya mulutnya," tambah Iskandar agak sedikit menahan geram.

Saat disingung  keinginan lelang parkir terbuka yang seperti disampaikan oleh Sugiarto selaku Ketua Paguyuban Karya Muda peduli(PKMP), Iskandar mempertanyakan lelang tersebut dengan siapa, sedangkan hal tersebut tidak bisa dilelangkan, kerena terbentur dengan Perda Parkir berlanganan, yang bisa hanya kontrak kerja sama.

"Dia minta lelang dengan siapa, Dengan DPRD?, kalau DPRD mau melelang silahkan minta DPRD," tantangnya.

Iskandar juga menceritakan dulunya sebelum terjadi perpecahan dengan PBS, serta PKMP, Ugik meminta bagian yang dalam mau pun yang di luar, padahal pembagian lapak parkir tersebut sudah dibagi-bagi sebelumnya.

"Ugik mengadakan kudeta, Candra mengadakan kudeta, sampai candra mengundurkan diri, soal dalam pasar silahkan hubungan dengan pasar, tapi ke inginanya ugik itu kan yang sebagian di pegang dishub juga dipegang oleh ugik, yang luar juga dipegang ugik," ujarnya.

Iskandar juga menceritakan terkait persaingan dua lembaga dalam pengelolaan parkir yang ada di seputaran kota, dari Luki yang dulunya berani kontrak 90 juta, ugik berani 150 juta, dan luki berani naik menjadi 250 juta.

"Dulu ugik sama luki masih jadi satu,  dulu ugik pernah150 juta nungak kok, makanya saya cabut," tambahnya.

Ditanya soal pengelolaan parkir Pasar yang harus dilelang seperti tuntutan PKMP untuk 2019, Iskandar mempersilahkan, untuk 2019 masih menungu Bupati, dan dilihat persyaratannya dulu.

"Untuk 2019 tidak ada target, nanti kalau ada yang ingin kerja sama, persaratanya lengkap dan Bupati menyetujui, silahkan,"  terangnya.

Iskandar menandaskan untuk yang di luar pasar, tahun 2018 tiga bulan kedepan sudah masuk ke Kas Daerah 250 juta, untuk parkir berlangganan pada Tahun 2018 sebesar 7,2 Miliar dan realisasi sebesar 7,6 Miliar. 

Dengan hal tersebut dalam hal polemik parkir di seputaran Pasar dirinya tidak ingin melepaskan, yang saat ini sedang di kelola oleh 100 pekerja parkir, serta dibagi empat sift dalam bekerja.

"Kalau saya lepaskan, kalau ada yang kehilangan Kendaraan siapa yang bertangung jawab," pungkasnya.

Reporter : Mustakim
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Terlibat Kasus Narkoba, Belasan Orang di Pamekasan 'Ngamar' di Sel Tahanan
Berita Selanjutnya Dwi Azwar Anas Terpilih Jadi Korpresnas BEM PTM se-Indonesia

Komentar Anda