UniqMag
ad

Terkena Percikan Air, Pelajar di Tulungagung Malah Berduel

berita terkini
Iluatrasi
ad

TULUNGAGUNG (Suarajatimpost.com) - Satu lagi tinta hitam mencoreng dunia pendidikan di Tulungagung, belum lama mencuat kasus pembunuhan bayi yang dilakukan di WC Puskesmas Kauman. Kini, malah berganti dengan duel satu lawan satu yang terjadi antar teman satu sekolah. 

Duel antar pelajar tersebut terjadi di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN), pada rabu (06/02/2019) siang. 

Tak terhenti disitu saja, karena pihak sekolah tak berhasil melakukan mediasi kepada kedua pelaku, perkelahaian tersebut malah berujung dengan laporan kepolisian. Diduga, penyebabnya adalah hal sepele yakni cipratan genangan air. 

Dua pelajar yang terlibat duel satu lawan satu tersebut yaitu Ad (18) dan Adf (18) warga Kecamatan Ngantru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula saat turun hujan deras di sekolah sekitar pukul 13.30 Wib. Saat itu Adf sedang berada di teras depan kelas IPA 1.

Selang beberapa saat kemudian, Ad atau yang akrab disapa Omen lewat di depan Adf. Entah disengaja atau tidak, kaki Ad menginjak genangan air hujan hingga mengenai celana Adf.

Setelah kejadian tersebut, spontan Adf langsung melihat Ad.

Tak terima dengan tatapan mata Adf, Ad langsung berkata "Kenapa, tidak terima ya" ?

Tak lama kemudian, Ad pun langsung tersulut emosinya dan memukul Adf dengan menggunakan tangan kanan dalam keadaan mengepal. Pukulan tersebut mengarah ke wajah Adf seperti mulut, hidung, dan pipi bawah matanya.

Mengetahui kejadian tersebut, pelajar yang lain pun langsung melerainya. Termasuk melaporkan kejadian itu kepada guru di sekolah tersebut.

Karena tidak terima dengan kejadian tersebut, Adf pun lebih memilih menyelesaikannya melalui jalur hukum yakni dengan melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

Dikonfirmasi terpisah,  Humas SMA Negeri yang enggen disebutkan namannya membenarkan jika ada dua siswanya yang terlibat perkelahian.

Namun demikian, ia enggan menjelaskan kronologi kejadian dan hasil mediasi karena saat itu ia tidak ada di lokasi.

“ Kemarin saya ada jam mengajar, cuaca juga hujan deras. Hanya terlihat segerombolan siswa,” jelasnya.

Namun pasca kejadian, ia baru mengetahui jika perkelahian tersebut sudah ditangani bidang kesiswaan.

“ Tapi saat ini bapaknya sedang tidak ada di sekolah, tadi ada keperluan keluar sebentar,” terangnya.

Humas Sekolah melanjutkan, ia menduga kejadian tersebut hanya kesalahpahaman saja.

Sebab, keduanya bukan termasuk anak didik yang bermasalah. Bahkan, kamis (07/02) kemarin masing-masing orang tua pun telah dihadirkan ke sekolah untuk membahas permasalahan tersebut.

Sementara itu Kasubbag Humas AKP Sumaji membenarkan jika Adf melaporkan kasus tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tulungagung.

“ Laporan tersebut telah masuk dalam register LP/26/II/2019/Jatim/Res Tulungagung,” ucapnya.

Sumaji menambahhkan, karena antara pelapor dan terlapor masih berstatus di bawah umur maka kasus tersebut dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung.

“ Korban sudah diminta keterangannya dan di visum, ditunggu saja perkembangannya,” imbuhnya.

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Krisdiantoro
ad
Berita Sebelumnya 418 Pasien Dirawat di RSUD Jombang, Sedangkan DBD Turun 50 Persen
Berita Selanjutnya Wakapolda dan Kanit Gadungan Ditangkap Polisi Kediri

Komentar Anda