UniqMag
ad

Permintaan Trombosit di Tulungagung Meningkat

berita terkini
Salah satu petugas saat menunjukkan alat pengolah darah di UDD PMI Tulungagung
ad

TULUNGAGUNG, (suarajatimpost.com) - UDD PMI Tulungagung menyatakan telah terjadi peningkatan permintaan trombosit. Seiring meningkatnya kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tulungagung, yang tercatat selama Januari 2019 permintaan trombosit mencapai 486 kantong.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Tulungagung, Rukmi mengakui peningkatan jumlah kasus penyakit DBD berpengaruh pada jumlah permintaan trombosit. 

“Biasanya perbulan permintaan trombosit itu antara 200 hingga 300 kantong, namun pada bulan Januari 2019 sudah mencapai 486 kantong,” katanya.

Menurut Rukmi, kendati permintaan trombosit mengalami peningkatan, PMI Tulungagung terus menjaga stabilitas ketersediaan trombosit.

"Upaya yang kita lakukan yaitu kami selalu berhubungan dengan para pendonor darah. Mereka semua terhubung dengan media sosial. Setiap hari selalu dilaporkan keadaan persediaan darah di PMI pada para pendonor, sehingga kalau persediaan menipis para pendonor datang untuk mendonorkan darahnya dan kami langsung dapat memisahkan trombositnya,” paparnya.

Rukmi menyebutkan usia trombosit yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan jenis yang lainnya. Yakni hanya mampu bertahan selama lima hari saja. 

“Lain dengan persediaan darah yang bisa bertahan sampai 36 hari. Kalau trombosit hanya bisa bertahan sampai lima hari. Karena itu, persediaan trombosit tidak terlalu banyak karena lebih lima hari sudah kedaluarsa dan harus dibuang,” tuturnya.

Berdasarkan data dari PMI Tulungagung, permintaan trombosit mulai mengalami peningkatan sejak Agustus 2018 kemarin, dengann jumlah permintaan sebanyak 301 kantong. Kemudian terus meningkat pada bulan-bulan berikutnya, diantaranya September sebanyak 303 kantong, Oktober sebanyak 261 kantong, November sebanyak 338 kantong sedangkan Desember sebanyak 347 kantong.

Sementara itu dari data yang dihimpun, jumlah penderita penyakit DBD di Tulungagung termasuk yang tertinggi di Jawa Timur atau masuk lima besar. Terhitung pada bulan Januari 2018 jumlah penderita DBD mencapai 257 penderita dan tiga penderita di antaranya meninggal dunia.

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Krisdiantoro
ad
Berita Sebelumnya Dalam Peringatan HPN, Bupati Trenggalek Pamitan kepada Sejumlah Insan Pers
Berita Selanjutnya Wakapolda dan Kanit Gadungan Ditangkap Polisi Kediri

Komentar Anda