UniqMag
jamu

Sang Penjual Tempeh Lumajang Jalan Kaki Pakai Tongkat

berita terkini
Manap,(71) asal Desa Kertowono, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang saat berkeliling Kabupaten Lumajang menjajakan Tempeh
ad

LUMAJANG,(suarajatimpost.com) - Memikul beban dagangan sambil berjalan tertatih-tatih menggunakan tongkat sudah terbiasa dilakukan oleh kakek usia senja asal Desa Kertowono, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang ini, disetiap harinya menjual 'Tempeh' (anyaman bambu yang digunakan untuk memilah beras), demi menyambung hidup dengan mendapatkan sesuap nasi.

Kakek berusia senja tersebut dikenal warga bernama Manap, mengaku berumur 71 tahun, ia menekuni aktifitas dengan menjajakan dagangannya dengan berjalan kaki mengelilingi Kabupaten Lumajang bahkan merambah ke Kabupaten tetangga itupun berjalan kaki.

"Sudah biasa begini nak, usia saya berapa saya lupa, seingat saya, saya pada jaman Nipon sudah biasa disuruh ibu saya ke pasar, saya sudah menjalani pekerjaan ini selama tujuh belas tahun, per unit jika laku lima belas ribu, saya dapat hasil tiga ribu," paparnya sembari bernafas nampak lesu.

Disinggung masalah keluarganya kakek Manap ini mengatakan, jika ia saat ini sendiri.

"Istri meninggal, saya tidak punya anak, jadi hasil kerja ini saya buat makan saya sendiri di setiap harinya," imbuhnya.

Reporter : Hermanto
Editor : Fani Wulandari
ad
Berita Sebelumnya Begini Sejarah Penamaan Air Terjun 'Damar Wulan' Jember
Berita Selanjutnya Kehadiran Mensos RI di Sumenep Tak Disambut Bupati Busyro Karim

Komentar Anda