UniqMag
Diknas Jombang

Unik, Musrenbang Kecamatan Bendungan Trenggalek di Ruang Terbuka Dengan Pakaian Jawa Tempo Dulu

berita terkini
Musrenbang cam Kecamatan Bendungan Trenggalek semua panitia dan tamu berbusana adat jawa tempo dulu
Berita 1

TRENGGALEK, (suarajatimpost.com) - Unik dan menarik, Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek digelar di ruang terbuka, dan semua panitia mengenakan pakaian lurik, dilengkapi dengan blangkon, khas adat Jawa tempo dulu.

Musrenbang sendiri merupakan kegiatan rutin tahunan, sebagai dasar penyusunan APBD di daerah.

Biasanya kegiatan ini digelar seperti acara resmi, namun berbeda dengan Musrenbang di Kecamatan Bendungan, yang digelar di alam terbuka, sebagai lokasi musyawarah.

Dalam proses Musrenbang ini terjadi proses Top Down dan Button Up, semua aspirasi diserap dan ditentukan prioritas yang diutamakan, sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada.

Yang aspiratif, terukur dan sesuai dengan harapan masyarakat, dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang ada.

Nur Kholiq, Camat Bendungan mengatakan, memang sengaja menyelenggarakan Musrenbang di alam terbuka. 
Lokasi yang dipilih diseputaran Wana Wisata Coban Rambat, Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan.

"Pemilihan lokasi ini sesuai dengan tema Musrenbang tahun ini 'Sinergitas Pembangunan Pariwisata, dan Implementasi e-Goverment, dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Daerah, dan Pelayanan Publik' program pembangunan daerah tahun 2020, yang menitik beratkan pada sektor pariwisata, publik e-government, dan peningkatan ekonomi, dalam rangka pengentasan kemiskinan," terangnya.

Pemilihan Coban Rambat ditujukan untuk mempromosikan dan mengenalkan, salah satu destinasi wisata unggulan di Kecamatan Bendungan, sekaligus memancing elemen masyarakat di Kecamatan Bendungan, untuk membangun spot-spot wisata terbaru.

"Industri wisata cukup menjanjikan, dan tidak akan pernah punah. Kecuali diterjang bencana, sedangkan industri lainnya bisa saja hancur, karena pengelolaan yang buruk atau sumber dayanya habis, seperti minyak bumi dan gas alam," imbuhnya.

Menurutnya, dengan menggeliatnya sektor pariwisata, tentunya akan menggerakkan sendi perekonomian masyarakat, angka kemiskinan dapat terkurangi, karena kesejahteraan masyarakat meningkat, terangnya.

Ditambahkan olehnya, pejabat yang aktif tik tok ini, pihaknya memang berspekulasi, karena waktu penyelenggaraan Musrenbangcam Musrenbangcam,  bertepatan dengan musim penghujan.

"Namun karena ingin menampilkan hal yang berbeda, keputusan berani ini diambil, hasilnya mendapatkan tanggapan positif," imbuhnya.

Selama kegiatan berlangsung cuaca cukup cerah, baru setelah selesai, hujan turun dengan deras.

"Bila hujan ini datang lebih, awal tentunya akan lain ceritanya," pungkasnya.

Reporter : Tatang
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Dinas PMD Probolinggo Gelar Sosialisasi APBDes 2019

Komentar Anda