UniqMag
ad

Berniat Mengkonfirmasi Soal Pengurusan Tanah, Wartawan di Tulungagung Malah Dikatai Gadungan

berita terkini
Nampak kantor desa Tegalrejo dari depan
ad

TULUNGAGUNG, (suarajatimpost.com) - Berawal dari sebuah konfirmasi sederhana soal pengurusan akta tanah yang sudah diajukan sejak 6 bulan lamanya, salah satu wartawan di Tulungagung diduga mendapat ucapan yang tak pantas dari Kepala Desa Tegalrejo Kecamatan Rejotangan bersama Sekretaris desanya yang menyebut bahwa wartawan tersebut merupakan wartawan gadungan, dan mengatainya kalimat yang tidak sepatutnya kemudian mengacuhkannya. 

Padahal, pihak desa telah menerima nominal sejumlah 35 juta guna mengurus satu bidang tanah seluas 800 tanah warisan dari Kaniran Kaini, yang dibagi kedalam dua bidang tanah, satu bidang tanah yang lain pasca pemecahan yang pertama dibagi lagi menjadi 6 bidang tanah. Namun, hingga saat ini (21/02/2019) akta tanah yang dijanjikan oleh pihak desa belum jadi, dan dinyatakan masih proses. Padahal, berkas yang diserahkan salah satu sejak awal oktober 2018 kemarin. 

Kejadiannya berawal saat salah satu pewarta dari Koran Harian Pojok Kiri Biro Tulungagung hendak mengkonfirmasi informasi tersebut, bahwa ada pemberitaan soal pengurusan surat tanah yang dinilainya lama. Melalui sambungan telepon, kedua pejabat desa tersebut tanpa sadar jika teleponnya telah tersambung dan mengatai kata yang tidak sepatutnya kepada oknum wartawan tersebut. 

Suyono Pujianto, Kabiro Pojok Kiri Tulungagung membenarkan hal tersebut, meskipun tidak ada rekaman suara percakapan kedua pejabat desa tersebut, pihaknya menyayangkan sikap kedua perangkat desa tersebut. Namun, pihaknya enggan untuk membawa persamalahan tersebut ke ranah yang lebih jauh dan lebih memilih mengalah.

“Bukti rekaman itu bisa saja, di screen oleh provider seluluer yang dipakai jika mau,” paparnya.

Beberapa ucapan yang tak pantas dilontarkan tersebu terdengar. “iki mediane gak dikenal, wartawan gadungan, golek-golek duwet, gak usah ditanggepi,” begitu suara percakapan yang terdengar di Telepon Seluler dari Pewarta Pojok Kiri tersebut.

Namun, lanjut Suyono pihaknya hanya meminta kepada kedua pejabat tersebut, untuk meminta maaf dan permasalahan akan dianggap selesai. Pihaknya pun menyayangkan sikap dari kedua pejabat desa tersebut, karena dinilainya telah menciderai profesi jurnalisme. 

Berbanding dengan apa yang dituturkan Ka Biro Pojok Kiri Tulungagug, Diana Kolidah, Kepala Desa Tegalrejo menyetakan, jika pihaknya tidak mengucapkan hal itu. 

“Saya tidak mengucapakan hal itu, selama ini saya tidak pernah berbincang-bincang dengan pak carik,” ujarnya. 

Lanjut Diana, karena dirinya tidak bersalah maka ia enggan meminta maaf.

“Saya bukannya tidak mau meminta maaf, terus kalau saya tidak mengatakannya saya harus gimana,” begitu ucapnya. 

Berbeda dengan itu, Sekdes Tegalrejo Misbahul Munir menuturkan jika ia mengatakan bahwa ia belum mengetahui media tersebut, karena selama ini tidak pernah main ke desanya.

“Saya bilang belum mengetahui, kalau wartawan yang lain pernah yang datang kesini,” tandasnya.

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Krisdiantoro
ad
Berita Sebelumnya KPU Kabupaten Pasuruan Lakukan Bimbingan Kepada PPK Divisi Teknis
Berita Selanjutnya Diterjang Lahar Dingin, Satu Truck Angkutan Pasir di Lumajang Terjebak Berjam - Jam​

Komentar Anda