UniqMag
ad

Sebarkan Berita Provokasi Sara di Medsos, Pria Trenggalek Diringkus Polisi

berita terkini
Kapolres Trenggalek AKBP Didit BWS saat konferensi pers dengan awak media
ad

TRENGGALEK, (suarajatiampost.com) - Kepolisian Resort Trenggalek berhasil meringkus Widodo (21) warga Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, kabupaten Trenggalek.

Widodo diduga memanipulasi dokumen, atau identitas elektronik melalui media sosial, yang mengarah Hoax dan berbau  SARA, kejadiannya pada tanggal 24 Januari 2019, sekitar pukul 12.00 Wib.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit BWS mengatakan bahwa patroli Ciber Satgas Nusantara Polres Trenggalek, telah menemukan akun Facebook 'TAMARI DEWE' yang mengunggah tangkapan layar, yang berisi percakapan menggunakan menu inbox, pada Facebook Messenger, yang diduga kalimat penghinaan.

"Mendapati kejadian tersebut, atas perintah Kapolres, Kasatreskrim membentuk tim lidik, dan langsung melakukan penelusuran jejak digital, dengan melakukan permintaan keterangan kepada Achmad Sodiq," terangnya.

Lantas Sodiq membenarkan, bahwa telah beredar foto screenshot dari percakapan Facebook Messenger, yang berisi kalimat penghinaan, oleh akun Facebook bernama Hasan Noestra, yang dioperasikan oleh orang yang tidak kenal, menjadi viral yang bisa menyulut kepada perselisihan.

"Berdasarkan keterangan tersebut, tim satreskrim polres Trenggalek melakukan penyelidikan, dan menemukan jejak digital dan barang bukti percakapan, dengan alur unggahan sebagai berikut," imbuhnya.

Foto screenshot percakapan diunggah di akun Facebook bernama Tamari Dewe, dari akun tersebut diunggah oleh seorang bernama Widi, ke group Facebook bernama Ligas.

"Selanjutnya disalin oleh Erwin Saputra dan selanjutnya dikirim melalui WA ke Hendra Leli Mahardika. Oleh hendra dikirim lagi ke Group WA yang didalamnya ada Ahmad Sodiq," sambungnya.

Akibat unggahan screenshot pada menu inbox Facebook Messenger antara akun Hasan Noestra dengan akun Tamari Dewe, telah viral diberbagai group di wilayah kabupaten Tulungagung, Trenggalek.

Sehingga menimbulkan keresahan, rasa permusuhan, dan berpotensi menjadi konflik fisik.

"Benar saja apa yang dikhawatirkan, ternyata ada informasi liar di group-group lainya, unggahan tersebut menimbulkan kemarahan warga, yang selanjutnya mencari sosok orang yang mengunggah, dengan menggunakan akun Hasan Noestra, karena tidak terima dengan unggahan tersebut," ungkap Kapolres.

Setelah dilakukan pendekatan secara persuasif, Kasatreskrim berjanji Akan menangkap pelaku, jika terbukti akan memproses, sesuai dengan hukum yang berlaku.

Setelah dilakukan serangkaian tindakan penyelidikan dan penyidikan, akhirnya pelaku atas nama Widodo, dilakukan penangkapan pada hari Rabu tanggal 13 Pebruari 2019, sekitar pukul 21.30 WIB di basecamp, tepatnya di lokasi pertambangan masuk Desa Pahawan, Kecamatan Banama Tingang, kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

"Modus operandi, tersangka mengunggah foto tangkapan layar percakapan, antara akun bernama Hasan Noestra kepada akun Tamari Dewe, yang isinya penghinaan yang berbau sara," ucapnya lagi.

Maksud dan tujuan tersangka, sengaja mengadu domba.

Akibat unggahan tersebut tersangka berharap terjadi Cheos, dan terjadi pertikaian fisik, antar kelompok masyarakat.

Tersangka dengan mengunakan akun palsu Tamari Dewe dan dioperasikan dari Kalimantan Tengah.

Pasal yang disangkakan pelaku dikenakan pasal 45 ayat (2), UURI nomer 19 th  2016 tentang, informasi dan transaksi elektronik, perubahan UURI no 11 tahun 2008, dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.

Reporter : Tatang
Editor : Krisdiantoro
ad
Berita Sebelumnya PWI Tulungagung: Wartawan Bekerja Sesuai Prosedural Saja
Berita Selanjutnya Diterjang Lahar Dingin, Satu Truck Angkutan Pasir di Lumajang Terjebak Berjam - Jam​

Komentar Anda