UniqMag
ad

Geram, Ansor dan Warga Beji Tutup Saluran Pembuangan Limbah Pabrik

berita terkini
Sa'ad Muafi (Ketua Ansor) saat memberikan sambutan
ad

PASURUAN (suarajatimpost.com) - Kemarahan warga dan para Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang kesal dengan limbah pabrik di Wonokoyo tak dapat dibendung lagi.

Kamis (21/02/2019), sekitar pukul 11.00 wib, puluhan warga yang datang dari perwakilan 4 Desa di Beji yang terkena dampak limbah pabrik di Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, menggelar aksi tahlilan di belakang area pabrik yang diduga sudah mengeluarkan limbah busuknya.

Aksi tahlilan yang dilakukan merupakan bentuk dari kemarahan warga yang sudah hampir 1 tahun lebih merasakan bau limbah yang sangat busuk dari beberapa pabrik di Desa Wonokoyo.

Pabrik yang mengeluarkan limbah busuknya diketahui sebanyak 5 perusahaan, antara lain PT.Wonokoyo (RPA), PT.Universal Jasa Kemas (UJK), Marine Cipta Agung (MCA), PT.Seamaster dan PT.Baramuda.

Dari kelima perusahaan yang diketahui sudah mengeluarkan limbah busuk, masing-masing perusahaan sudah diuji lab oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan.

Alhasil, dari seluruh perusahaan yang sudah melalui uji lab, seluruhnya tercatat dan dipastikan oleh DLH Kabupaten Pasuruan telah mengeluarkan limbah perusahaan yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

“DLH sudah memberikan peringatan kepada seluruh perusahaan yang sudah kami laporkan, sampai pada dua perusahaan yang mau dilakukan pencabutan izin pembuangan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) oleh pihak DLH,” terang Sa’ad Muafi.

Tak hanya melakukan tahlilan di belakang area perusahaan, bahkan warga yang didampingi oleh GP Ansor, tak tanggung-tanggung langsung menutup saluran pembuangan air limbah yang sudah lama disoroti warga dengan menggunakan pasir, batu dan semen, agar saluran pembuangan tak dapat lagi digunakan dan tak dapat dialiri oleh limbah busuk perusahaan.

Hal tersebut dilakukan oleh warga yang geram karena perusahaan yang sudah sempat mendapat teguran oleh DLH, tidak menghiraukan adanya teguran tersebut dan tetap membuang limbah busuknya ke sungai yang mengaliri sebanyak 4 Desa di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

“Kegiatan kali ini adalah aksi pertama warga dan Ansor untuk menutup salah satu saluran pembuangan limbah yang menyengsarakan warga Beji. Tahlilan yang dilakukan bertujuan agar pemilik perusahaan sadar akan kelakuannya yang sudah membuat warga merasa tidak nyaman,” tutup Sa’ad Muafi.

Reporter : Sukron
Editor : Krisdiantoro
ad
Berita Sebelumnya Sebarkan Berita Provokasi Sara di Medsos, Pria Trenggalek Diringkus Polisi
Berita Selanjutnya Diterjang Lahar Dingin, Satu Truck Angkutan Pasir di Lumajang Terjebak Berjam - Jam​

Komentar Anda