UniqMag
spece

Hasan Aminuddin Resmikan Rakyat Bantaran Probolinggo

berita terkini
Saat peresmian Pasar Rakyat
Berita 1

PROBOLINGGO, (suarajatimpost.com) - H. Hasan Aminuddin, anggota Komisi VIII DPR RI yang juga Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo meresmikan pasar Rakyat Bantaran, Minggu (10/03/2019).

Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita di depan pintu masuk pasar dan pengecekan bedak dan los yang ada di dalam pasar. 

Peresmian ini ditandai dengan Kepala Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Mahbub Zunaidi, Sekretaris DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Sumaidi, Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Santoso, Kabag Humas, Protokol dan Rumah Tangga Heri Mulyadi, Forkopimka Bantaran, Kepala Pasar Bantaran Wa'in serta para pedagang Pasar Bantaran.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengungkapkan pembangunan Pasar Bantaran dibangun dengan menggunakan dana APBN tahun 2018 bersama 5 (lima) pasar yang lain. 

Diantaranya, Pasar Banyuanyar, Pasar Krucil, Pasar Pajarakan, Pasar Sumber dan Pasar Kraksaan Wetan. Dari keenam pasar ini, pembangunan Pasar Bantaran yang mendapatkan alokasi paling besar hingga mencapai Rp 5,6 miliar. 

"Selain menggunakan dana APBN, kami juga melakukan perjanjian dengan PT POMI Paiton untuk menciptakan pasar sehat.
Sementara ini baru dilakukan di Pasar Paiton dan Pasar Maron," ungkapnya. 

Menurut Mahbub, pasar merupakan tempat bertemunya pedagang dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli barang yang dibutuhkan masyarakat. Pasar menjadi ladang bagi masyarakat untuk mencari rizki. 

"Pembangunan pasar ini dilakukan agar masyarakat kembali berbelanja ke pasar tradisional di tengah maraknya pasar modern. Harapannya mudah-mudahan keberadaan pasar ini memberikan manfaat bagi masyarakat," harapnya.

Sementara Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, meminta agar para pedagang senantiasa menjaga keberadaan Pasar Bantaran ini supaya bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Karena dana pembangunan pasar ini berasal dari anggaran pusat yang dialokasikan oleh pemerintah.

"Pasar ini tempat masyarakat dalam mengais rejeki dari Allah SWT. Bagi yang tidak punya sawah, anggaplah pasar ini sebagai ladang untuk mencari rizki. Insya Allah akan cukup rizkinya," katanya.

Selanjutnya terang Hasan, untuk menjaga agar dagangannya laris dan rizkinya lancar maka pedagang hendaknya menghentikan segala aktivitasnya tatkala mendengar panggilan sholat.

"Segera tinggalkan semua aktivitas jika mendengarkan adzan. Langsung kerjakan sholat. Insya Allah rizkinya akan tambah lancar," terangnya.

H. Hasan Aminuddin mengimbau semua masyarakat agar selalu ingat akan pentingnya kebersihan pasar dan itu harus timbul pada setiap individu.

"Sehingga tanpa kita pinta mereka selalu menjaga kebersihan pasar agar pasar ini bisa memberikam manfaat dan rizki kepada semua masyarakat," ungkapnya.

Reporter : Ubed
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Begal di Tegal Randu Lumajang

Komentar Anda