UniqMag
Diknas Jombang

Penanganan Kasus Janggal, Korban Tabrak Wali Murid Merlion School Surabaya Lapor Propam Polda Jatim

berita terkini
Tim penasehat hukum korban Andry Ermawan dan Ronald Napitipulu,SH
Berita 1

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Tim kuasa hukum korban kasus tabrak wali murid Merlion International School di Surabaya akhirnya melaporkan penyidik Polsek Sukomanunggal ke Propam Polda Jatim.

Langkah pelaporan ini, lantaran penanganan kasus oleh penyidik Polsek Sukomanunggal dinilai pihak korban penuh kejanggalan.

Andry Ermawan dan Ronald Napitipulu SH, selaku pengacara korban Lauw Vina alias Vivi menyampaikan penanganan kasus yang menimpa kliennya itu hingga sekarang belum dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Olah TKP itu perlu, untuk mengetahui bagaimana  kejadian tersebut hingga akhirnya tersangka sampai tega menabrak korban," kata Andry kepada awak media, Selasa (12/3/2019).

Surat yang dikirimkan ke Propam dan Paminal Polda Jatim itu, menurutnya semata-mata agar para petinggi Polri, baik yang ada di Polrestabes maupun di Polda Jatim ikut mengawasi kasus ini dan mengawasi kinerja penyidik Polsek Sukomanunggal.

Dan penyidik dapat serius melakukan tugasnya tanpa harus takut ada intervensi dari pihak manapun. Oleh karena itu dirinya mendesak kepada penyidik Polsek Sukomanunggal segera menggelar olah TKP serta melakukan penahanan kepada tersangka agar tidak kabur ke luar negeri.

Selain itu, pihaknya juga merasa janggal terkait Barang Bukti (BB) mobil dimana ada kerusakan di bagian spion dan juga adanya goresan di bagian badan mobil.

"Tapi saat kita lihat BB tersebut di Polsek Sukomanunggal ternyata mobilnya mulus, tidak ada goresan sama sekali. Ini kan sangat janggal, bagaimana BB bisa diubah seperti itu," lanjutnya.

Selain lapor ke Propam, tim kuasa hukum korban juga menyurati Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya dan Aswas Kejati Jatim.

Di kesempatan berbeda, Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera ketika ditanya atas langkah Andry Ermawan mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian hak korban untuk melaporkan penyidik ke Propam Polda Jatim apabila kurang puas dalam pelayanan kepolisian.

"Kalau ada kejanggalan penyidikan ya memang prosedurnya lapor ke Propam. Dan kita terima hal itu," tegas Barung.

Sedangkan mengenai materi keberatan secara spesifik, Barung enggan mengomentarinya lebih jauh.

Untuk diketahui, kasus ini terjadi hanya karena emosi gara-gara parkir di Sekolah Merlion International School Surabaya, Imelda Budianto yang juga wali murid di sekolah tersebut nekad menabrak Lau Vina alias Vivi hingga mengalami luka berat dibagian tangan dan kaki.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (25/1/2019) lalu. Waktu itu, dua ibu-ibu selaku wali murid hendak menjemput anaknya di sekolah yang terletak di Jalan HR Muhammad Sukomanunggal Surabaya tersebut.

Di area parkir sekolah, keduanya terlibat perselisihan lantaran kendaraan Vivi dianggap menghalangi mobil Imelda yang terparkir dua baris dibelakangnya sehingga tidak bisa keluar. Saking emosinya, Imelda seketika membawa laju mobil yang ditumpanginya dan menabrak korban saat hendak menuju ke kendaraannya.

Atas perbuatannya itu, Imelda ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Sukomanunggal. Meski demikian, polisi belum melakukan penahanan kepada yang bersangkutan.

Reporter : Tarmuji
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya DLH Probolinggo Adakan Pembinaan Tanaman MPTS

Komentar Anda