UniqMag
spece

Surat Pernyataan Kades Malingmati Bojonegoro Menyebar, Ini Kata PIPRB

berita terkini
Surat Pernyataan yang jadi Pembahasan Warga dan Kejangalan dalam pengunaan Dana Desa dan ADD, di Desa Malingmati Kecamatan Tambakrejo.
Berita 1

BOJONEGORO, (suarajatimpost.com) - Realisasi Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Malingmati, Tahun 2018 belum selesai. Kepala Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, membuat surat pernyataan mengakui belum bisa menyelesaikan pembangunan pengunaan Dana Desa tersebut di surat pernyataan secara tertulis.

Hal tersebut menjadi bahan pembicaraan di kalangan masyarakat, hal tersebut juga disikapi oleh Aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro (PIPRB), Manan. 

Menurutnya, Anggaran Dana Desa (ADD) peruntukkanya adalah untuk pembangunan fisik, dimana semua ada aturanya termasuk tidak boleh ganti tahun, sebab jika sudah ganti tahun maka perlu dipertanyakan bagaimana dengan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang telah di laporkan ke Kecamatan. 

"Menurut saya, seharusnya pelaksanaan APBDes tahun 2018 harus selesai tahun itu juga, dan tidak ada alasan diselesaikan tahun 2019. Kecuali dalam keadaan darurat bencana. Apabila sampai itu terjadi patut diduga ada pemufakatan jahat dari semua pihak yang terkait dengan pengawasan pelaksanaan APBDes tersebut," ujarnya.

Surat pernyataan dari Kepala Desa (Kades) menyebutkan dirinya sanggup menyelesaikan 3 (tiga) item pembangunan sampai sebelum berakhir masa jabatanya.

Dalam surat pernyataan dibuat per tanggal 02 Maret 2019 ada 3 (tiga) item pekerjaan belum terselesaikan, yakni pembangunan di Dusun Kaliampel sebesar 100 %, Dusun Tawing sebesar 42 % dan Dusun Banyuasin sebesar 40 %, mustinya sudah terselesaikan sesuai LPJ pada tahun 2018.

Tambah Manan, jika apa yang telah terjadi di Desa Malingmati Kecamatan Tambakrejo berlalu saja tanpa adanya penanganan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Inspektorat atau Aparat Penegak Hukum, bisa jadi hal tersebut akan ditiru oleh Desa-Desa lainya.

Manan juga berharap, Inspektorat atau Aparat Penegak Hukum untuk mengkroscek sejauh mana realita di Desa Malingmati Kecamatan Tambakrejo, karena bagaimanapun itu adalah uang Negara, dalam penyelesaian tidak hanya cukup pembinaan secara administrasi belaka.

"Semestinya dan seharusnya yang terlibat pelaksanaan didesa tersebut diperiksa, ini hanya kesalahan administrasi atau ada indikasi korupsi," tegasnya.

Sampai berita ini ditulis ke Kepala Desa Malingmati Sunarto dan Pihak Kecamatan, Camat Tambakrejo Soekemi belum memberikan jawaban terkait hal itu, meski saat dihubungi via WhatshApnya cetang biru, namun belum ada jawaban.

Reporter : Mustakim
Editor : Ananda Putri
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Begal di Tegal Randu Lumajang

Komentar Anda