UniqMag
spece

Ini Penuturan Warga Jombang, Dekat Pengeboran Kimia Farma dan Lapindo

berita terkini
Pengeboran yodium PT Kimia farma (kanan) pengeboran gas bumi PT Lapindo Brantas (kiri) di Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang
Berita 1

JOMBANG,(suarajatimpost.com) - Sebuah daerah kecil perbatasan antara Mojokerto dan Jombang, ternyata memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang potensial sangat luar biasa, salah satunya adalah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ini menyimpan deposit tambang gas bumi dan yodium.

Pada akhirnya PT Kimia farma unit Watudakon mendirikan pabrik dan melakukan kegiatan pengeboran air asin (kandungan yodium) di Kecamatan Kesamben tersebut.

Bukan yang itu saja pada bulan Januari 2019 kemarin, PT Lapindo Brantas juga ikut kontestasi untuk memulai pengeboran gas bumi di Kecamatan Kesamben.

Pertanyaannya apakah daerah yang mempunyai kekayaan alam yang berlimpah ini belum dikelola dengan baik, dan  rakyatnya sekitar bisa jauh dari kata kemiskinan.

Berikut tanggapan warga Dusun Kedondong Desa Blimbing, Kecamantan Kesamben, Kabupaten Jombang, tentang PT Kimia farma unit Watudakon dan PT Lapindo Brantas mengenai kontribusi terhadap warga sekitar yang dirangkum suarajatimpost.com ;

PT Kimia Farma unit Watudakon

Menurut, R. Rahayu warga Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, tempat tinggalnya yang berjarak dengan pabrik Kimia Farma sekitar 800 meter mengatakan bahwa apa yang sudah didapat warga soal bantuan tidak setiap bulan hanya hari hari besar salah satunya bulan puasa ada takjil gratis.

"Bantuan ya kalau acara 17 Agustus disumbang, pas poso (waktu bulan puasa), hari raya korban masjid dikasih mendo (kambing), ya terimakasih kalau tiap acara disumbang," ucapnya pada wartawan. Kamis (14/3/2019) kemarin lusa.

Sedangkan dampak dengan adanya pabrik tersebut hanya sumur warga ada kekuningan dan sedikit bau obat.

"Air bagus cuma ada bau limbahnya seperti bau betadin, ya kalau pinggir kali airnya warna kuning bau betadin itu sumurnya Mak Ton tapi di sini tidak bau sumurnya," terang R. Rahayu saat ngerumpi bersama warga lainnya.

PT Lapindo Brantas 

Menurut keterangan, Suparti, bahwa apa yang dialami warga Porong Sidoarjo soal terjadi semburan lumpur ia mengaku sebagus orang kecil tidak bisa berbuat apa apa bisanya hanya pasrah dan berdoa semoga tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

"Pasrah sama yang diatas, kita itu orang kecil mas, dan pernah dikasih sembako ya isinya beras, minyak, gula, kalau tidak lupa, itu 2 kali," ceritanya pada wartawan. Kamis (14/3/2019) kemarin lusa.


Sedangkan untuk pekerjanya kebanyakan dari luar dan warga sekitar yang rumahnya belakang lokasi pengeboran buka warung kopi dan makanan.

"Warga diperkerjakan kalau mau itu buruh kasar, kalau yang perempuan ada 3 warga sini bagian masak, karyawannya, kan ada sekitar 75 orang," ungkapnya.

Reporter : Hariyanto
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Romahurmuziy Diberhentikan, Suharso Monoarfa Jabat Plt Ketum PPP
Berita Selanjutnya Dwi Azwar Anas Terpilih Jadi Korpresnas BEM PTM se-Indonesia

Komentar Anda