UniqMag
spece

Diterjang Lahar Dingin, Satu Truck Angkutan Pasir di Lumajang Terjebak Berjam - Jam​

berita terkini
Air nampak menutupi seluruh badan jalan yang melintasi sungai
Berita 1

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) Banjir lahar dingin terjadi di aliran sungai Besuk Sat, Desa / Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Senin petang (18/3/2019).

Peristiwa itu terjadi, pasca guyuran hujan lebat yang terjadi, di dataran tinggi Gunung Semeru. 

Air yang mulanya bening, saat itu mendadak berubah warna. Menjadi keruh bercampur meterial vulkanik, berupa batu dan pasir yang menumpuk akibat letusan rutin, yang terbawa air hujan kesejumlah aliran sungai dibawahnya. 

Akibatnya, jalan alternatif penghubung dua kecamatan, yakni Pronojiwo dan Candipuro Lumajang saat itu menjadi lumpuh total. Bahkan dua armada pasir dan seorang pengendara motor saat itu sempat terkebak banjir hingga berjam - jam lamanya. 

Sebelum akhirnya, salah satu armada tersebut, nekat melintas dengan kawalan warga sementara yang lain, kembali menepi. 

Suhar (47), warga setempat berkata, kondisi demikian kerap terjadi disaat waktu turun hujan. 

"Iya tiap hujan, tadi cuma satu yang terjebak banjir," ucap dia pada sejumlah awak media. 

Warga saat itu tak sedikit yang memaksa melintasi jalan yang dialiri lahar dingin. Meski pada dasarnya, maut mengintai.

Kata warga, hal itu dilakukan karena selain jalan itu, tidak ada alternatif lain. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) kabupaten Lumajang menghimbau, warga yang tinggal dibantaran sungai maupun penambang pasir Gunung Semeru, untuk menjauh dari tiga daerah aliran sungai yang biasanya dialiri lahar dingin dari Gunung Semeru. 

Utamanya, saat mendung menyelimuti gunung tertinggi di pulau jawa itu. 

Sungai tersebut diantaranya, Sungai Glidik, Sungai Rejali dan Sungai Besuk Sat. 

 

Reporter : Hermanto
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Minim Saksi, Kasus Kematian Suami Janda Cantik di Sumenep Ini Masih Jadi Misteri
Berita Selanjutnya Kuota Jamaah Haji Indonesia Bertambah Sepuluh Ribu Orang Tiap Tahun

Komentar Anda