UniqMag
spece

Desa Kalidilem Lumajang 'Diserbu' Polisi, Belasan Motor Bodong Disita

berita terkini
Kapolres Lumajang didampingi Ka Tim Cobra AKP Hasran saat mengecek barang bukti
Berita 1

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban S.H S.I.K M.M M.H pimpin penggerebekan Desa Kalidilem Kecamataan Randuagung Lumajang Jawa Timur, Selasa (30/4/2019).

Maraknya pencurian kendaraan bermotor menjelang bulan suci ramadhan, kata Arsal menjadi alasan bagi pihaknya untuk melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah di lereng gunung Lemongan itu.

"Sasarannya adalah motor yang tidak dilengkapi surat-surat kepemilikan kendaraan bermotor atau yang biasa di sebut motor bodong," ucap Kapolres.

Pemindahan apel pagi dari yang biasanya dilakukan di Mapolres, saat itu dipindahkan ke Balai Desa Kalidelem, karena adanya rencana penggerebekan kampung untuk menyisir motor-motor bodong.

Hasil penyisiran, ditemukan ada polisi mendapati 17 kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan seperti STNK dan BPKB. 

Ada pula kendaraan yang ditemukan dalam keadaan nomor rangka dan nomor mesin yang sengaja dirusak. Hal ini jalas terang Kapolres berindikasi kepada kasus kriminalitas.

"Saya ingin memutus mata rantai pencurian kendaraan bermotor. Kalau tidak ada peminat motor-motor bodong lagi, para pelaku curanmor juga akan berhenti sendirinya untuk curi motor. Dengan aksi kami ini, dapat mempersempit ruang gerak pelaku begal dan pencurian sepeda motor," terang dia.

"Tadi juga kami berhasil menemukan 
Satu dari belasan sepeda motor saat itu, ada satu jenis CBR model sport yang ternyata kunci kontak serta kunci tanki bensin telah dirusak. Selain itu nomor rangka juga diamplas oleh pemilik sehingga tak bisa dikenali lagi. 

"99 % bisa saya jamin pasti hasil curanmor," tegas Kapolres.

Selain itu ada juga motor yang hanya dilengkapi STNK tanpa BPKB. Setelah di cek, ternyata dia membeli jauh dibawah harga pasar. 

Menurut Arsal, seharusnya masyarakat waspada kalau ada yang menjual kendaraan jauh dibawah harga pasar. 

"Contohnya salah satu motor yang kami sita, harga pasarannya 5 juta tapi dibeli hanya 1,5 juta. Pembeli bisa kena pasal penadah. Jadi masyarakat agar hati-hati bila membeli motor,” tukasnya.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat yang pernah kehilangan motor, untuk mengecek ke Polres Lumajang, apakah dari 17 motor yang disita ada motor miliknya.

"Barang bukti ini akan kami gelar sampai satu minggu ke depan,” imbuh Kapolres.

Reporter : Hermanto
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya TNI Lumajang Kawal Pendistribusian Pupuk Bersubsidi
Berita Selanjutnya Bawa Sajam, Pria Pasrujambe Terjaring Operasi Pekat di Klakah Lumajang

Komentar Anda