UniqMag
ad

Pemugaran Gedung Eks Sekolah Cina Butuh Kehati-hatian

berita terkini
Salah seorang anggota tim dari BPCB Trowulan Jatim saat mengobservasi gedung kuno.
SITUBONDO, (suarajatimpost.com) - Tindak lanjut terhadap pemugaran gedung eks sekolah Cina di Asembagus, Situbondo mulai dibuktikan dengan kehadiran 6 anggota tim cagar budaya yang didatangkan oleh Pemkab Situbondo dari BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jatim.

Sebagaimana dituturkan oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Viskanto Adi dari DCKTR (Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang) Kabupaten Situbondo, progres pemugaran sudah benar-benar matang. "Ini kali jedua tim BPCB turun, Pak bupati sangat mendukung. Sebelum kami ke Trowulan, kami sampaikan dulu bahwa kita selalu berkomunikasi juga dengan para pelestari cagar budaya. Pernah pak Bupati waktu meninjau ke gedung kuno ini sangat apresiatif," tutur Viskanto.

Begitu kita komunikasi dengan BPCB Jatim, kata dia, responnya bagus dan langsung menindaklanjuti. "Mereka yang menyampaikan rambu- rambu, mana yang boleh dibongkar dan mana yang tidak," tandas Viskanto.

Dalam teknis pemugaran dikenal istilah kamuflase, misal kolom yang dari kayu dalam kondisi rapuh, bisa saja diganti dengan kayu baru yang di dalamnya diisi beton, jika tak ada kayu besar juga. Yang pasti dimensinya harus sama. Atau yang berkaitan dengan penambahan denah dengan tanpa merubah konstruksi asli, seperti kamar mandi, tentu karena tuntutan kebutuhan, itu pun posisinya di belakang. "Ini istilahnya adaptasi. Kita juga akan menambah kanopi yang memang penting secara adaptasi.Merujuk pada bangunan cagar budaya di Surabaya," katanya.

Yang paling penting, kata dia, fasade dan dimensinya tidak berubah. Sehingga ketika kajian dilaksanakan, segala hal-hal yang ditentukan dari kriteria cagar budaya sudah punya dasar. "Untungnya bangunan ini tidak memiliki ornamen atau detail yang njlimet, sehingga mudah dipugar," ujar Viskanto.

Pantauan suarajatimpost.com di lapangan, tim dari Trowulan itu meminta genteng dan batu bata bangunan untuk sampel. Menurut rencana pada hari berikutnya, selain pendampingan teknis pemugaran, tim juga mendata dan mengeskavasi bagian pondasi. "Ya, untuk mengetahui kedalaman pondasi bangunan kuno ini," pungkas salah seorang anggota tim.

Reporter : Irwan Rakhday
Editor : Hairul Arifin
ad
Berita Sebelumnya Begini Sejarah Penamaan Air Terjun 'Damar Wulan' Jember
Berita Selanjutnya Nyabu di Kamar Kos, Empat Orang Diringkus Polisi Sidoarjo

Komentar Anda