UniqMag
ad

Aktivis Jember Ini Dianggap 'Tak Waras' Saat Tanam Bunga di Jalan

berita terkini
Cahya Mulya (43) salah satu Aktivis Lingkungan Hidup saat berangkat menanam bunga di sepanjang jalan Gumukmas
ad

JEMBER,(suarajatimpost.com) - Tindakan nyeleneh menanam bunga di sepanjang jalan dan tepi pantai yang dilakukan oleh Cahya Mulya (43) seorang diri, menimbulkan persepsi dari berbagai kalangan.

Dirinya sebagai Aktivis Lingkungan kelahiran Desa Puger ini, menyadari bagaimana pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan untuk tetap lestari.

Dirinya menyusuri jalan menggunakan motor dengan membawa beberapa ikat bunga dari berbagai jenis, menanami sepanjang jalan dengan sukarela tanpa bayaran dan penghargaan.

Apa yang dilakukannya tak semua memandang positif, bahkan ada informasi menyampaikan kegiatan itu hanya membuang waktu dan terkesan seperti tidak waras.

“Orang yang mengatakan saya gila dan tak waras, saya mendengar slentingan seperti itu,  tapi menurut saya ada benarnya, ketika orang lain kerja keras untuk keluarga, saya malah asyik menanam bunga di pinggir jalan dan di pantai Puger,” katanya sambil melempar senyum.

Menurutnya, apa yang dilakukan hanya ingin mengajari para generasi bangsa untuk ikut mencintai dan memelihara tanaman.

Yang ditanam banyak jenisnya, dari raflesia, bunga panca warna, mawar dan banyak jenis bunga lain yang sengaja ia bibit di rumahnya.

“Bunga adalah sesuatu yang indah untuk dipandang mata, saya berusaha untuk menanam di pinggir jalan Puger agar setiap orang yang melintas bisa ikut merasakan indahnya lingkungan,” tuturnya.

Tak hanya itu, bersama komunitas Ampuh (Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup) Puger, dirinya mempunyai gagasan untuk menanami pohon cemara dan waru di sekitar tepi pantai.

“Kita ingin memikirkan sepuluh, dua puluh tahun ke depan, agar para penerus bangsa kita tidak kerepotan dan bisa memetik apa yang kita tanam hari ini,” imbuhnya.

Dirinya berharap agar masyarakat bisa menjaga keseimbangan lingkungan, agar tetap belajar menanamkan rasa cinta kepada anak untuk senang menanam pohon dan untuk tidak dibabat habis.

Reporter : Imam Khairon
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Teluk Ijo Banyuwangi Sebagai Wahana Traveling
Berita Selanjutnya Puting Beliung 'Ngamuk', Puluhan Rumah Warga Sumenep Hancur

Komentar Anda