UniqMag
ad

Tinggal Sebatang Kara, Mbah Kartini Butuh Uluran Tangan

berita terkini
Mbah Kartini warga Desa Slemanan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar
ad

BLITAR, (suarajatimpost.com) - Mbah Katini (80) warga Desa Slemanan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar perlu perhatian dan uluran tangan, diusianya yang sudah melewati senja ia hidup sebatang kara.

Kondisinya sangat memperihatinkan, dirinya hanya mengandalkan belas kasihan tetangga untuk makan sehari-hari.

Bahkan, rumahnya yang ia tempati tidak layak huni,  bidik dan atapnya sudah bolong. Bahkan rayap merambat di pilar bambu penyanggah yang berdiri sebagai penguat di rumahnya.

Semak belukar mulai menjalar mulai menutupi dinding bambu yang sudah tak karuan bentuknya. Genting yang terpasang di pelafon satu persatu jatuh.

Dirinya mengaku pernah berkeluarga di Kabupaten Banyuwangi hingga suaminya meninggal, namun ia tidak dikaruniai anak.

Tak ada sanak keluarga yang  merawatnya jika dirinya sakit, hanya menggarap belas kasih para tetangga untuk membantu dan mengobatinya.

Terlihat becek di dalam rumah jika hujan angin menerpa, tak bisa membayangkan dingin dan kerumunan nyamuk menyengatnya.

"Mbah tidak ada siapa-siapa di sini, mbah hanya berharap bisa ketemu dengan suami saya kembali di akhirat kelak, makan diberi tetangga," katanya dengan suara terbata-bata.

Tak ada harta warisan yang tersisa, hanya timbunan baju kotor yang menumpuk di ranjang tua dan pekakas dapur yang terbuat dari plastik berjajar di meja makan.

"Mbah Kartini bagi masyarakat merupakan sesosok orang tua yang patut dibantu, dan layak dibantu," kata salah satu tetangga yang tak mau disebutkan namanya.

Warga berharap, ada bantuan dari instansi terkait terkait biaya hidup dan pemerintah setempat segera membenahi rumah yang ia tempati karena tak layak dan terancam roboh.

Reporter : Redaksi
Editor : Hairul Arifin
ad
Berita Sebelumnya Teluk Ijo Banyuwangi Sebagai Wahana Traveling
Berita Selanjutnya Menuju Bojonegoro 1, Arif Boedijono Canangkan Program Ekonomi Kerakyatan

Komentar Anda