UniqMag
PDAM Muara Enim

Pria Lajang di Banyuwangi Bertahan Hidup di Rumah Pohon

berita terkini
Rumah pohon tempat tinggal Dadang S (31) Warga Dusun Bayatrejo, Desa Wringinputu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi
Tarsun

BANYUWANGI,(suarajatimpost.com) – Lantaran bingung mencari tempat tinggal. Dadang S (31) Warga Dusun Bayatrejo, Desa Wringinputu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi nekat membuat rumah di atas pohon beringin di depan rumahnya. Bujangan itu tinggal di rumah panggung dengan ketinggian 6 meter itu sejak tiga tahun lalu.

Pasalnya, rumah peninggalan dari pemberian orang tuanya itu disita oleh pihak bank, akirnya pria lajang ini menjadi sebatang kara. Tiga saudara perempuan yang kini menetap di Bali tidak mau mengakui dirinya sebagai saudara.

”Rumah dan lahan saya sudah disita bank mas, jadi saya memutuskan untuk membuat rumah diatas pohon ini " ujarnya.

Menurut keterangan Dadang, saat dikonfirmasi lebih lanjut dia menceritakan bahwa orang tuanya sudah meninggal dunia belasan tahun lalu. Orang tuanya telah meninggalkan sebuah warisan berupa rumah dan lahan dengan luas seperempat hektare."Rumah dan lahan itu oleh kakak-kakakku dijadikan agunan di bank," terangnya.
 

Dadang mengaku tidak tahu saat tiga kakaknya menjaminkan rumah dan lahan itu ke bank. Malah, dirinya dicoret dari kartu keluarga (KK) dan disebut bukan saudara kandung."Saya tidak diberi apa-apa," katanya.

Ironisnya, dari ketiga kakaknya itu rupanya tidak mampu membayar utang ke bank. Sehingga, rumah dan lahan yang dijadikan jaminan itu kemudian disita.

"Saya tidak punya apa-apa, dan saya juga tidak punya saudara lagi," ungkapnya.
Saat rumahnya disita oleh pihak bank, Dadang mengaku sempat stres. Yang bikin menyakitkan, dari ketiga kakaknya tidak mau mengakui kalau dirinya sebagai adik.

"Karena tidak punya apa-apa, saya pun membuat panggung di pohon beringin ini," cetusnya.

Pohon beringin yang dijadikan rumah dengan ukuran 4 X 3 meter itu berada di pinggir jalan raya tepatnya persis di depan rumah warisan orang tuanya.

"Kasihan Dadang itu,mas" kata Dina Lestari (22), salah satu perempuan warga setempat.

Rumah panggung di pohon beringin itu dibuat Dadang bersama tetangganya. Sebelum membuat rumah itu, terlebih dulu dia minta izin kepada pemerintah desa.

Rumah panggung yang didirikan oleh Dadang itu, juga dilengkapi dengan pasilitas perabotan rumah tangga, seperti TV dan VCD.

"Memasak juga di atas pohon ini menggunakan kompor gas," ungkapnya.

Dina menambahkan, Dadang yang tinggal sendiri di rumah panggung itu pun mendapat simpati dari warga sekitar. Pria lajang tamatan SMP itu dikenal mandiri sejak kecil.

"Dulu tidak punya apa-apa, kini sudah bisa beli TV, VCD dan tape," tambahnya

Dadang oleh warga sekitar dikenal pemuda pekerja keras, tekun, dan telaten. Sehari-hari dia bekerja sebagai buruh kasar. Warga yang membutuhkan tenaganya terkadang sampai antre.

 "Kalau tidak pesan seminggu sebelumnya, pasti keduluan orang lain. Dadang itu kerjanya giat dan bagus,” Pungkasnya. (*)

(Eko Prasetyo)

Reporter : Nitizen
Editor : Fani Wulandari
ad
Berita Sebelumnya 'Adudul' Tradisi Warisan Budaya Suku Madura Yang Ditinggalkan
Berita Selanjutnya Gara-gara Ludah, Tiga Orang Diamankan Polres Sumenep

Komentar Anda