UniqMag
jamu

SDN Purwantoro 5 Kota Malang Manfaatkan Keterlambatan Penjemputan Dengan Belajar

berita terkini
Guru SDN Purwantoro 5 ajak siswanya yang lambat dijemput untuk semaki dekat dan menambah pengetahuan
ad

MALANG RAYA, (suarajatimpost.com) - Sekolah selain sebagai tempat belajar mengajar, juga adalah lembaga sosialisasi kemasyarakatan pada pola dan tingkah laku. Sebab profesi guru selain bergelut mentransfer ilmu pengetahuan pada anak didik, juga berlaku wajib mengoptimalkan tingkat kecerdasan para siswanya. Dan memoles pembentukan karakter anak didik yang kedua, setelah dilingkup keluarga. Oleh kedua orang tua selaku wali murid maka, jelas kerjasama antara guru dan wali murid harus terus bersinergi.

Dan salah satu bentuk sinergi yang erat sesuai dengan rentang waktu jenjang pendidikan adalah sebuah rasa kepedulian. 

Salah satu lembaga pendidikan dasar yakni  SDN Purwantoro 5 yang berlokasi dijalan Sanan, menerapkan unsur rasa kepedulian sebagai perwujudan tanggung jawab kepada siswa. Yakni peduli dengan keterlambatan penjemputan siswa oleh para orang tua sebagai wali murid.

Hasil pantauan suarajatimpost.com dilokasi memang ada beberapa siswa masih ada yang belum pulang dan belum dijemput oleh orang tuanya. Dan itu menjadi bagian rasa memiliki serta tanggung jawab para guru dilembaga tersebut. 

Cholilatus Sa'ada HS, S.Pd, selaku wali kelas satu sembari mendampingi salah satu muridnya bernama Khafidz yang  mengalami keterlambatan penjemputan mengatakan bahwa di lembaganya sudah dilakukan pemanfaatan keterlambatan penjeputan oleh orang tuanya untuk belajar dan semakin dekat.

"Di sekolah kita, memang sudah disepakati, jika ada keterlambatan penjemputan siswa. Maka siswa tersebut kita berikan tambahan pengetahuan didalam lingkup sekolah. Bisa pelajaran dongeng dan cerita, juga kita ajak berkomunikasi interaktif," jelasnya.

Menurutnya, sehingga siswa merasa lebih dekat dengan, bahkan siswa didampingi untuk makan siang jika tidak membawa bekal makanan.

"Sekaligus kita bisa menilai perkembangan siswa, bagaimana sesungguhnya kebiasaan siswa dirumah," ujarnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Sekolah Kepala SDN Purwantoro 5,
Noenoek Wahjoeni, M.Pd., bahwa dewan gurunya sudah sepakat untuk melakukan lelayan lebih kepada siswanya.

"Dewan guru sudah menyepakati termasuk kebijakan sekolah. Jika ada siswa yang terlambat dijemput oleh orang tuanya. Maka harus ada guru yang mendampingi sampai siswa dijemput. Dan adakan satu bentuk interaksi apapun, agar siswa tidak merasa sendiri dan asing," jelasnya.

Ia menambahkan, hehingga ada hubungan emosional saling memiliki. Dengan demikian pihak lembaga sekolah, guru pengajar, siswa dan orang tua tetap membangun komunikasi berkelanjutan dengan nilai sosial penerapan lingkungan.

"Serta antisipasi maraknya penculikan anak,” tegasnya.

Reporter : Heri Yulianto
Editor : Hairul Arifin
ad
Berita Sebelumnya 'Adudul' Tradisi Warisan Budaya Suku Madura Yang Ditinggalkan
Berita Selanjutnya Bandar Narkoba di Mojokerto Tewas Dengan Timah Panas

Komentar Anda