UniqMag
ad

Video Mesum Anak Sekolah Beredar, Sejumlah Wali Murid di Jember Resah

berita terkini
Gambar Ilustrasi

JEMBER,(suarajatimpost.com) - Video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik berisi adegan tidak seronoh dua orang pelajar salah satu SMKN di Jember yang beredar luas di situs jejaring Youtube dan media sosial face book sejak 1 Desember 2016 sampai Kamis,(14/12) membuat sejumlah wali murid resah.

Keresahan itu terungkap oleh warga bernama Rudiyanto (56) salah satu wali murid SMA di Kabupaten Jember, mengaku takut dan khawatir dengan kejadian yang melibatkan salah satu pelajar tersebut.

‘Sebagai wali murid yang sama-sama memiliki anak sekolah, merasa resah dan prihatin, ini salah satu tamparan bagi orang tua dan dunia pendidikan kita, jaman sekarang begitu mudahnya akses melalui internet,” jalasnya sambil dengan nada bersemangat.

Rudi berharap pihak sekolah untuk bekerjasama dengan orang tua bagaimana melakukan pembatasan menggunakan gadget pada jam sekolah, karena dirinya menilai selama ini tidak semua sekolah di Kabupaten Jember melarang siswanya pada saat jam sekolah.

“Ini juga tidak lepas dari peran serta orang tua dan guru di sekolah, kita perhatikan sekarang anak sekolah kita, siswa SMP dan SMA begitu bebasnya membawa gadget pada jam sekolah, ini harus menjadi atensi bersama, kalau masih tidak ada aturan ketat satu-satunya jalan kita mondokkan di Pesantren saja,” keluhnya.

Sementara menurut salah satu pengamat pendidikan DR.Ali Wafi,M.Pd menilai, bahwa apa yang terjadi merupakan buah dari kurang ketatnya aturan terhadap pembatasan penggunaan gadget bagi anak usia sekolah.

“Belum siapnya mental anak dalam memfilter kecanggihan teknologi, mengingat usia SMA merupakan masa pencarian dan egonya masih tinggi, sehingga perlu adanya kontrol dari semua pihak,” jelasnya saat dihubungi melalui celuler.

Dosen di salah satu perguruan tinggi ternama ini meminta kepada pemangku kebijakan untuk cepat menerbitkan Regulasi dan Perda tentang pembatasan untuk pemakaian gadget pada siswa khusus pada jam sekolah.

“Harus diterbitkan Perda, bagi sekolah yang masih memperbolehkan siswanya pada jam sekolah harus ada sangsi. Disini peran serta orang tua dan guru harus betul-betul bisa dekat, sehingga apabila terjadi masalah akan cepat tertangani. Manfaatkan teknologi salah satu contoh membuat group watshapp khusus wali murid dan guru,” pintanya.

Dirinya juga menambahkan, kalau pendidikan merupakan tanggungjawab bersama, tidak cukup hanya mengandalkan sekolah tetapi peran serta orang tua dan lingkungan sangat menentukan.

Reporter : Imam Khairon
Editor : Abdus Salam
ad
Berita Sebelumnya Polres Sumenep Bersama Kodim Terus Pantau Kamtibmas
Berita Selanjutnya Nyabu di Kamar Kos, Empat Orang Diringkus Polisi Sidoarjo

Komentar Anda