UniqMag
ad

Warga Jember Akui Bertani Bibit Cabai Rawit Menjanjikan

berita terkini
Mistur (56) warga Desa Randuagung, Kecamatan Sumberjambe
ad

JEMBER,(suarajatimpost.com) - Warga Desa Randuagung, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, mengaku nyaman dan terbiasa bertani bibit cabai rawit karena hasilnya dianggap menjanjikan.

Seperti yang dilakukan oleh Mistur (56) mengaku sudah menekuni bidang ini selama 5 tahun lebih, dengan ukuran sawah dengan diameter 10 x 15 meter, dirinya mampu meraup omset puluhan juta rupiah.

“Modal awal yang saya keluarkan sekitar 5 juta, ini sudah termasuk dengan pekerjanya dan pembelian pupuk sama plastik. Kalau dikalkulasi keuntungan saya bisa 20 juta rupiah,” jelasnya, saat ditemui di tempat persemaiannya,selasa,(20/12).

Tak hanya dirinya, beberapa warga lain juga memiliki kecenderungan yang sama, karena menurut mereka bertani bibi cabai ini dianggap minim resiko dan perputaran penjualan lebih cepat dibandingkan tanaman lain pada musim penghujan.

“Membutuhkan waktu sekitar satu bulan sudah bisa dijual. Bertani bibit cabai rawit resikonya kecil dibandingkan menanam cabai langsung sehingga masyarakat disini lebih memilih bertani bibitnya, walaupun hasilnya tidak sebesar menanam langsung,” tegasnya.

Dalam musim penghujan bibit yang dijualnya laris manis. Harganya juga tidak terlampau mahal Rp.50 ribu rupiah perseribu batangnya.

Menurutnya, selama ini dirinya masih belum pernah mendapatkan penyuluhan dan bantuan dari pemerintah bagaimana merawat bibitnya dengan teknik yang baik.

Sistem pemasarannya juga tidak terlalu sulit, ketika sudah mencapai 30 cm, para calon pembeli dari sekitar wilayah Kecamatan Sumberjambe dan luar daerah sudah memesan antri supaya kebagian.

Sementara menurut salah satu penyuluh PPL pertanian Lutfi Halilullah,S.P membenarkan kalau di wilayah tersebut memang sudah banyak masyarakat yang sudah bertani bibit cabai.

Lulusan agronomi Universitas Jember ini menilai, bahwa kebutuhan bibit cabai untuk Kabupaten Jember sangat banyak.

“Menurut saya, secara resiko gagal lebih enak pembibitan, karena cuma satu bulan, jadi resikonya kecil. Tapi kalau sampai pembesaran harga juga gak menjamin, rata-rata harga benih cabai tidak terlalu fluktuatif, paling cuma 50 persen saja,” jelasnya.

 

Reporter : Imam Khairon
Editor : Abdus Salam
ad
Berita Sebelumnya 'Adudul' Tradisi Warisan Budaya Suku Madura Yang Ditinggalkan
Berita Selanjutnya Hindari Penyimpangan PU Bina Marga Gandeng Kejaksaan

Komentar Anda