UniqMag
ad

Petani Tebu Jember Merugi, Ini Tanggapan Dishutbun

berita terkini
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Jember Ir.Masykur
ad

JEMBER,(suarajatimpost.com) - Petani tebu di Kabupaten Jember mengaku merugi pada tahun 2016 ini. Hal ini dikarenakan pendapatan lebih rendah daripada biaya produksi yang dikeluarkan sejak awal tanam hingga panen.

Menurut Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Jember Yeyek Sugiarto, biaya produksi tebu sekitar Rp 10 juta per hektare, sementara pendapatan petani hanya sekitar Rp 2 juta pdr hektare.

"Ini karena rendemen tebu rendah karena hujan yang turun sepanjang tahun. Tingkat rendemen saat ini hanya sekitar 5,3 - 5,4 persen. Jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu di kisaran 8,5 - 10 persen," kata Yeyek, Kamis (22/12).

Sementara Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Jember Masykur membenarkan kondisi pertanian tebu tersebut. Menurutnya, kerugian petani tidak hanya disebabkan rendahnya rendemen.

"Selain bergantung pada kondisi cuaca, petani juga bergantung pada harga lelang gula. Pada saat ini, harga lelang gula juga terus menurun dibandingkan beberapa bulan sebelumnya," kata Masykur saat dikonfirmasi terpisah.

Dari data yang dihimpun Disbunhut Jember, harga lelang gula di Jember saat ini sekitar Rp 11.000 per kilogram. Angka itu kian merosot sejak enam bulan yang lalu yang berkisar Rp 13.000 - Rp 14.000 per kilogram.

"Penurunan produksi gula dan berkurangnya pendapatan petani jelas akan terjadi. Tahun lalu, walaupun harga lelang berkisar Rp 10.000 - Rp 11.000, tetapi petani masih untung karena rendemen stabil di atas 8,5 persen," paparnya.

Melihat fenomena ini, Pemerintah Kabupaten Jember tidak bisa berbuat banyak. Penetapan harga lelang murni ditetapkan PG Semboro. "Kami saat ini mencari alternatif lain untuk membantu petani, salah satunya menghubungkan petani dengan perbankan untuk mendapatkan kredit lunak, agar memiliki modal untuk biaya tanam" tukasnya. 

Reporter : Deni Ahmad Wijaya
Editor : Abdus Salam
ad
Berita Sebelumnya 'Adudul' Tradisi Warisan Budaya Suku Madura Yang Ditinggalkan
Berita Selanjutnya Mimpi Samanhudi, Menjadikan Banyuwangi Sebagai Sentra Beras Organik

Komentar Anda