UniqMag
Udapan Tahun Baru

Stabilkan Harga Sembako, Bulog Jember Blusukan ke Perumahan Warga

berita terkini
Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional (Bulog Subdivre) XI saat blusukan ke masyarakat

JEMBER,(suarajatimpost.com) - Untuk menstabilkan harga sembako di akhir tahun 2016, Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional (Bulog Subdivre) XI Jember memiliki cara unik dalam gelaran operasi stabilisasi harga. Jika biasanya kegiatan digelar di pasar, Bulog Jember malah blusukan ke Perumahan Warga.

Aksi 'jemput bola' itu dilakukan dengan cara langsung mendatangi pemukiman warga dan menjual beberapa komoditas, seperti beras premium, gula, tepung terigu dan Minyak Goreng.

Kepala Bulog Subdivre XI Jember Khozin mengatakan, seluruh Subdivre mendapatkan tugas untuk menggelar operasi stabilisasi harga sejak 15 Desember 2016 lalu. Lumrahnya, operasi stabilisasi harga ini digelar di halaman depan kantor Bulog atau di sekitar pasar tradisional.

"Namun kami membuat kreasi untuk menambah beberapa titik pada kegiatan tersebut. Salah satunya yaitu di perumahan atau pemukim padat penduduk. Alhamdulillah, antusias warga cukup tinggi," jelas Khozin di kantor Bulog Subdivre XI Jember, Selasa (27/12).

Komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar, diantaranya beras kualitas premium Rp 9.000 per kilogram, gula Rp 12.300 per kilogram, tepung terigu Rp 7.800 per kilogram dan minyak goreng kemasan Rp 11.600 per liter.

"Harga komoditas untuk operasi stabilisasi harga ini berselisih lebih rendah kisaran Rp 100 - Rp 200 per liter/kilogram. Kami berharap dengan digelarnya operasi stabilitas harga bisa membuat harga sembako di pasar stabil," kata Khozin.

Hingga 24 Desember 2016 kemarin, Bulog Jember sudah menggelontorkan sebanyak 5 ton beras, 500 kilogram gula, 162 kilogram tepung terigu dan 275 liter minyak goreng. Kegiatan tersebut masih terus akan dilakukan sebelum Bulog pusat menginstruksikan untuk pemberhentian operasi stabilitas harga.

"Mengenai stok empat komoditas itu, kami menjamin aman. Saat ini kami memiliki 450 ton gula, 2,5 ton tepung terigu dan 10.000 liter minyak goreng. Sedangkan untuk beras kami terus produksi, sehingga berapapun yang diperlukan pasar bisa terpenuhi," papar Khozin.

Reporter : Deni Ahmad Wijaya
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya DPRD Jember Pertanyakan Retribusi Wisata Teluk Cinta
Berita Selanjutnya Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Diperketat Jelang Kedatangan Raja Arab Saudi

Komentar Anda