UniqMag
ad

Serapan Beras Bulog Jember Capai 55.000 Ton

berita terkini
Gambar petani Jember saat panen gabah
ad

JEMBER,(suarajatimpost.com) - Penyerapan beras dan gabah setara beras yang dilakukan Badan Urusan Logistik Sub divisi regional (Bulog Subdivre) XI Jember mencapai 55.000 ton pada tahun 2016 ini.

Kepala Bulog Subdivre XI Jember Khozin menjelaskan, total serapan itu lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 lalu sebanyak 45.000 ton dan tahun 2014 sebanyak 50.000 ton, dari target pengadaan beras kualitas medium sebanyak 75.000 ton.

"Berdasarkan prosentase, realisasi serapan tahun ini sebesar 73 persen. Sebagian beras sudah dipergunakan untuk pendistribusian raskin (beras warga miskin) selama satu tahun ini," kata Khozin, Rabu (28/12).

Sisa beras yang masih ada di gudang Bulog sekitar 24.000 ton. Khozin menegaskan, stok beras itu cukup untuk program raskin hingga September 2017 mendatang. "Setiap bulannya, kami menggelontor sebanyak 2.895 ton beras untuk 248 desa / kelurahan di 31 Kecamatan se Kabupaten Jember. Stok beras itu akan kami pergunakan untuk distribusi raskin tahun depan," tegasnya.

Mengenai alasan target pengadaan beras yang tidak tercapai 100 persen, Khozin menuturkan, banyak penawaran beras dan gabah dari mitra Bulog yang tidak memenuhi standar. Sehingga Bulog enggan untuk menerimanya.

"Tetapi Alhamdulillah, hingga 23 Desember 2016 kemarin kami masih menyerap beras dan gabah petani. Produksi beras Jember cukup banyak. Jika nanti stok beras dibutuhkan bagi daerah lain, kami siap mengirim nya," ucapnya.

Bulog Jember menjadi salah satu Subdivre penyerap beras dan gabah petani terbanyak di Jawa Timur. Penyerapan beras yang surplus terkadang membuat Bulog Jember juga membantu daerah lain yang penyerapan berasnya rendah.

"Ada beberapa daerah yang biasanya kebutuhan raskin nya dikirim dari Jember, seperti Madura, Nusa Tenggara Timur dan Papua," sebut Khozin.

Reporter : Deni Ahmad Wijaya
Editor : Fani Wulandari
ad
Berita Sebelumnya 'Adudul' Tradisi Warisan Budaya Suku Madura Yang Ditinggalkan
Berita Selanjutnya Bekas Makam Pahlawan Letnan Nidin Di Situbondo 20 Tahun Tak Dikunjungi

Komentar Anda