UniqMag
ad

Resensi: Pelangi Pendidikan Anak

berita terkini
Buku yang diresinsi
ad

BUKU                     : Sekolah Kreatif
PENULIS                : Heru Kurniawan
PENERBIT             : AR-RUZZ Media
ISBN                       : 978-602-313-061-1 cetakan I, 2016
JUMLAH HLM      : 234 halaman
UKURAN BUKU    : 15 x 23 cm
HARGA BUKU      : Rp. 55.000,-

 

Penerapan pendidikan sangatlah banyak dan bervariasi. Penerapan yang bervariasi itu bertujuan untuk menyampaikan materi dengan baik, mudah dipahami, serta mencapai hasil yang maksimal tanpa harus menguras tenaga, pikiran, serta biaya yang banyak khuhsnya pendidikan untuk anak-anak. Sarana untuk menyampaikan materi pun juga bervariasi dan beragam sehingga memungkinkan penerapan pendidikan itu pun sangat banyak salah satu contohnya adalah sekolah. Sekolah adalah sebuah tempat yang digunakan untuk belajar, mengasah kepribadian, serta mengeksplor potensi yang dimiliki oleh setiap anak. Sekolah itu pun harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak sehingga anak-anak bisa betah untuk berlama-lama belajar di sekolah dan bisa mewadahi bakat dan minat anak-anak yang mempunyai potensi yang sangat luar biasa. Namun, apakah penerapan pembelajaran disekolah itu sudah seperti yang diharapka anak-anak?. Beberapa dari kita sering mendengar bahwa beberapa anak justru malas untuk bersekolah karena bosan.

Kekhawatiran setiap orang tua terhadap anaknya juga sangat besar karena anak malas untuk belajar ke sekolah dan kaku untuk berkomunikasi dengan masyarakat sekitar sehingga mempunyai jiwa individual sehingga anak menjadi keterbelakangan mental. Ada juga orang tua memaksakan anak agar sekolah dan hal itu juga berpengaruh besar terhadap pertumbuhan serta mental seorang anak. Orang tua mempunyai tanggung jawab terhadap keadaan anak-anaknya memberikan pendidikan yang terbaik di rumah, sekolah, serta masyarakat. Para orang tua berharap anak-anak kelak akan mempunyai pemikiran kreatif, berjiwa sosial dan menjadi orang berguna bagi bangsa. 

Permasalah itu disebabkan karena anak masih mempunyai jiwa ingin bermain. Ingin mengetahui dunia dengan cara yang menyenangkan. Cara terbaik mendidik anak-anak adalah dengan mengetahui dunia anak-anak. Mereka akan senang sebab belajar mencari ilmu untuk pemahaman intelektualnya melalui kegiatan bermain yang menyenangkan dan alami sehingga anak-anak tidak mudah bosan dengan pelajaran yang diterimanya. Kenapa buku ini berjudul SEKOLAH KREATIF? buku yang ditulis oleh Heru Kurniawan ini akan menyajikan betapa hebatnya anak-anak jika diberi pendidikan yang menyenangkan sebagaimana kehidupan anak yang sebenarnya. Buku ini merupakan hasil riset atas berbagai pengalaman yang beliau dalam mengembangkan pembelajaran berbaasis permainan kreatif untuk anak-anak. Riset tentang segalah hal bagaimana mejadikan sekolah itu kreatif, sekolah sebagai tempat kegiatan belajar dan bermain untuk anak-anak.

Buku yang bertebal 234 halaman ini, tentu mempunyai beberapa pembahasan yang dibagi menjadi 5 bagian, yang pertama adalah tempat yang menyenangkan. Tempat yang dimaksudkan dibuku adalah tempat yang menggunakan tema kelas alam. Alam sendiri menjadi landasan psikologis yang alami membentuk karakter sorang anak sehinggan antara alam dengan anka-anak mempunyai ikatan yang kuat. Ikatan yang masuk kedalam ruang bawah sadar anak, yang dibentuk melalui pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam belajar, anak-anak akan mendapatkan kenyamanan dan barbagai informasi, ilmu pengetahuan, dan inspirasi dari benda-benda alam yang menjadi media dan sumber secara langsung. Kelas alam pun juga beragam diantaranya kelas alam natural yang melingkupi kehidupan manusia, kelas alam sosial-kultural yang mencakup interaksi sesama manusia, dan kelas alam artifisial yang bertemakan kelas yang sudah dirangcang. Setelah hal itu diketahui maka hal yang dilakukan adalah mengkondisikan kelas sebagai ruang belajar yang menyenangkan dan membuat anak betah belajar.

Kedua, adalah pembelajaran yang menyenangkan. Disetiap pembelajaran yang kreatif dan disukai oleh anak-anak mempunyai filosofi tersendiri untuk membangun rasa ingin tahu pada anak. Mekanisme pembelajaran belajar kreatif pun juga tidak luput setelah memahami definisi dan fakta belajarnya anak-anak sehingga dapat menghasilkan karya cipta pengalaman menakjubkan yang didapat dari serangkaian kegiatan yang kreatif. Jika hal itu semua sudah didapat oleh seorang pengajar maka mendesaint pembelajaran kreatif pun juga akan mudah
Ketiga, guru sebagai sahabat dan orangtua. Dibagian ini dibahas salah satu hal penting yang menjadi fondasi keberhasilan Sekolah Kraetif, yaitu gutu yang kreatif yang mampu melakukan inovasi pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak, mampu melaksanakan tugasnya sebagai guru yang kreatif, dan menjadi orang tua yang selalu memberikan perlakuan yang baik dan menyenangkan kepada muridnya layaknya orang tua terhadap anaknya.

Keempat, anak-anak yang kreatif; cerdas dan berkarakter. Tujuan dalam pembelajaran kreatif di sekolah kreatif adalah mewujudkan anak-anak yang kreatif, yaitu anak-anak yang cerdas dan berkarakter, disini menunjukkan bahwa fondasi utama anak-anak belajar untuk kreatif. Kreatif inilah yang akan membawa implikasi pada cerdas dan berkarakter serta menghasilkan karya yang luar biasa.

Serta terakhir adalah hubungan interaktif antara sekolah kreatif dengan orang tua dan masyarakat. Anak-anak dididik untuk menjunjung tinggi kemajuan dengan keterbukaan. Keterbukaan untuk menerima kritik dan masukan ide dari siapapun, baik dari individu maupun lembaga, baik intrasekolah maupun ekstra sekolah. Semua ini untuk menjadikan Sekolah Krearif menjadi maju dan berkembang.

Sebuah buku kreatif ini disamping mempunyai isi yang menarik yang didukung oleh seorang penulis yang menekuni bidang pendidikan yang sudah menempuh S3 di , cover buku didesaint sedemikian rupa yang berhubungan dengan dunia anak yang begitu indah dan menarik, memaparkan contoh disetiap bab dengan cara menceritakan pengalaman yang dialami oleh penulis, memaparkan juga hasil dari sebuah percobaan yang dilakukan oleh seorang penulis. Disetiap awal pembukaan bisa menemukan gambar yang menarik menghiasi judul setiap pergantian bab. Dan serta berat buku tidak terlalu berat dengan buku yang lainya.

Sayangnya, dalam buku ini dicetak dengan kertas berwarna kuning sehingga terkesan membosankan untuk dibaca dan gambar anak-anak bahkan foto sang penulis dengan anak-anak tersebut sebagian sedikit tidak jelas membuat pembaca sedikit serius untuk melihat gambar tersebut.

Pada akhirnya, buku ini dapat menjadi awal yang baik dalam cara pengajaran dan pemberian materi kepada anak-anak serta bisa memahami pola pemberian materi dengan bermain dengan alam sekitarnya dan mengurangi miss communication antara anak dengan orang tua serta masyarakat yang dikemukakan oleh penulis dalam buku ini. Bahwa memahami pola penyampaian materi kepada anak-anak merupakan sebuah awal pijakan untuk merubah karakter seorang anak yang berkarakter.

*M. Alan Mabruri lahir di Pasuruan, 27 April 1997.  Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Reporter : Redaksi
Editor : Hairul Arifin
ad
Berita Sebelumnya 'Adudul' Tradisi Warisan Budaya Suku Madura Yang Ditinggalkan
Berita Selanjutnya Tiga Kali Mangkir, DPRD Jember Akan Tindak Tegas Pejabat Pemkab

Komentar Anda