UniqMag
ad

FUDTMA Dan LSM Serbu Adakan Pertemuan Pasca Hiburan Orkes Dibatalkan

berita terkini
Situasi pertemuan fudma
ad

PAMEKASAN, (suarajatimpost.com) - Sejumlah ulama dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam FUDMA (Forum Ulama dan Tokoh Masyarakat Ambat) melakukan pertemuan yang bertempat di rumah KH. Fawais Mahfud Dusun Trasang Desa Ambat Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan, Selasa (10/01) jam 20.00 wib.

Pertemuan musyawarah kali ini membahas perkembangan situasi kamtibmas pasca pembatalan orkes yang rencananya akan dilaksanakan oleh LSM Serbu Desa Ambat.

Giat pertemuan ini dihadiri Kanit Intelkam Polsek Tlanakan, Kades Ambat diwakili oleh Sekdes Ambat, KH. Fawais Mahfud Ketua FUDTMA, KH. Ali Rahbini Wakil Ketua FUDTMA, Ustad Hudan Nashihin Sekretaris FUDTMA, Tokoh Ulama Desa Ambat dan Tokoh Pemuda Desa Ambat.

AKP Osa Maliki SH Kasubag Humas Polres Pamekasan mengatakan bahwa, untuk pelaksanaan giat Pertemuan yang diadakan di Desa Ambat tepatnya dirumah KH. Fawais Mahfud membahas terkait pembatalan giat orkes.

"Diketahui ada indikasi adanya warga bernama (SN) yang diduga menyediakan tempat prostitusi, termasuk juga beberapa kegiatan hiburan umum yang akan dilaksanakan oleh warga Desa Ambat dan Dugaan adanya tempat penjualan miras serta kegiatan lomba merpati," jelasnya.

Dari kesepakatan yang hadir untuk sementara ini membahas dua poin penting dulu, yaitu terkait prostitusi dan hiburan umum.

"Sementara kami dari pihak kepolisian khususnya Polsek Tlanakan sudah proaktif turun ke lokasi, namun sampai saat ini kami masih belum mendapatkan hasil,  baik itu berupa miras maupun perempuan yang infonya dijadikan obyek prostitusi," tambahnya.

Sementara dari hasil musyawarah terkait hiburan umum pasca pembatalan hiburan orkes yang akan dilaksanakan LSM Serbu, diperoleh kesepakatan bahwa apabila ada warga yang akan menyelenggarakan hiburan harus mendapat persetujuan FUDTMA, Salah satu ketentuannya harus Islami dan tidak membuka aurat.

Untuk pembahasan berikutnya pertemuan ini rencana akan di adakan kembali, namun untuk jadwal dan tempat pelaksanaannya masih dalam proses, hingga pertemuan musyawarah selesai acara ini berjalan lancar dan kondusif.

Perlu diketkahui pembatalan pelaksanaan orkes dangdut yang digagas oleh LSM Serbu Desa Ambat, dikarenakan administrasi perijinan tidak lengkap dan adanya penolakan dari tokoh ulama setempat, karena dianggap tidak Islami dan mengundang kemaksiatan. Hal ini berimbas bahwa LSM serbu Desa Ambat akan ikut membantu membrantas segala bentuk hiburan kemaksiatan.

Reporter : Nur Halili
Editor : Hairul Arifin
ad
Berita Sebelumnya 'Adudul' Tradisi Warisan Budaya Suku Madura Yang Ditinggalkan
Berita Selanjutnya Hindari Penyimpangan PU Bina Marga Gandeng Kejaksaan

Komentar Anda