UniqMag

Mata Air di Mojokerto Ini Terbaik di Dunia Setelah Air Zam zam

berita terkini
Lokasi mata Air Pertirtaan Jolotundo Mojokerto
ad

MOJOKERTO, (suarajatimpost.com) - Ada mata air terbaik kedua di dunia setelah air zam zam. Air tersebut terletak di lereng Gunung Penanggungan, tepatnya di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, lokasi pertirtaan Jolotundo banyak diminati para para pengunjung diakhir pekan. Lokasinya mudah dicapai baik dengan kendaraan roda dua.

Menurut  Nunuk Nurholida (23), petugas tiket masuk  di situs cagar budaya tersebut, jumlah pengunjung dalam Bulan Ramadan ini cenderung sepi.

"Hanya berkisar 20-30 orang. Namun melonjak hingga 200-250 wisatawan per hari bila  hari raya Idul Fitri," ucapnya Rabu (21/6) pada suarajatimpost.com.

Hal senada disampaikan Anita (37) petugas dari Disparpora Kabupaten Mojokerto yang mengatakan bahwa pengunjung di akhir pekan ini cukup lumayan.

"Yang menarik, kualitas air di sini nomer 2 di di dunia setelah air zam zam.  Itu berdasar  peneliti Belanda. Bisa bikin awet muda, menghilangkan penyakit juga," tutur Anita.

Menurut pegiat wisata yang sekaligus sebagai pendiri dan Ketua JJT (Jelajah Jawa Timur) Damen Sunaryo, rata-rata pengunjung percaya  khasiat air pertirtaan Jolotundo  sebagai obat segala penyakit.

"Bahkan  para pengunjung yang datang ke pertirtaan Jolotundo banyak yang melakukan mandi apalagi jika malam purnama, malam Jumat Legi, atau 1 syuro," ujarnya.

Informasi yang dihimpun suarajatimpost.com, beberapa ilmuwan sendiri pernah melakukan riset tentang uji kemurnian air Jolotundo. Didapat kesimpulan, memang benar jika mata air tersebut berada pada posisi kedua setelah air zam zam. Maka pantas saja, jika pernah perusahaan raksasa Aqua Danone ingin membeli mata air dari pertirtaan Jolotundo ini. 

Letak posisi lokasi mandi sejak jaman Raja Udayana sampai sekarang tidak pernah berubah. Di dinding batu khas bangunan candi itu diberi petunjuk “Pria” di kolam mandi sebelah timur,  dan “Wanita” di barat.

Dalam sejarahnya, Pertirtaan Jolotundo adalah sebuah kisah percintaan dari seorang raja besar di tanah Bali yang bernama Raja Udayana dengan Putri Guna Priya Dharma dari Kediri.

 Dari perkawinan itu, lahirlah Prabu Airlangga tahun 991 M.Hal ini diketahui dari pahatan tahun di dinding pertitaan Jolotundo. Untuk memperingati kelahiran anaknya yang bernama Prabu Airlangga yang kelak menjadi raja besar di Kahuripan, maka Raja Udayana membuat pertitaan ini pada tahun 997 M. Namun ada sumber lain yang mengatakan, kalau Petirtaan Jolotundo adalah lokasi pertapaan Prabu Airlangga ketika mengundurkan sebagai raja Kahuripan.

Di atas tanah seluas 1 hektare dengan panjang 16,85 meter dan lebar 13,52 meter dengan ketinggian 5,2 meter, Pertirtaan Jolotundo dahulu kala menjadi tempat pemandian para petinggi kerajaan Kahuripan. Hal ini diketahui, dari struktur bangunan pertirtaan yang terbuat dari batuan khusus yaitu batu andesit yang berornamen.

Ada 52 pancuran air yang mengalir dari dalam tanah yang airnya sendiri berasal dari mata air puncak Gunung Penanggungan. Hebatnya, air di sini tidak pernah kering meski kemarau panjang.

Reporter : Irwan Rakhday
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya GPS Situbondo Salurkan Bantuan Untuk Kartini
Berita Selanjutnya Permintaan Warga Klakah Lumajang Untuk Nonton Film G30S-PKI Terus Bergulir

Komentar Anda