UniqMag

Babinsa Ranuwurung Lumajang Latih Kelompok Tani Buat Pupuk Organik

berita terkini
Anggota TNI saat mempraktekkan cara pembuatan pupuk
ad

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) - Peran Babinsa dalam rangka pendampingan kepada para petani dalam rangka program ketahanan pangan nasional terus dilakukan, seperti yang dilakukan oleh Babinsa Desa Ranuwung Koramil 0821/07 Randuangung beri pelatihan pembuatan pupuk Bokashi pada anggota kelompok tani Kramat Agung Desa setempat, Kamis (13/7).

Acara yang dilaksanakan digedung pertemuan kelompok tani Kramat Agung Desa Ranuwurung Randuangung ini dihadiri oleh Kusaeri selaku penyaji materi bidang tehnis dari UPT Kecamatan Klakah.

Serka Ahmad Minwar, Babinsa Ranuwurung Koramil 0821/07 menyampaikan, bahwa Bokashi merupakan pupuk yang bisa dijadikan sebagai pengganti penggunaan pupuk berbahan kimia, selain cara pembuatan bokashi yang sederhana, bahan-bahan yang diperlukan pun terbilang bisa tersedia di daerah sekitar kita serta mudah untuk didapatkan.

"Kualitas pupuk Bokashi bagi tanah dan tanaman bisa bersaing dengan pupuk lainnya termasuk dengan pupuk kimia, banyak manfaat dari pupuk bokashi bagi tanah dan tanaman diantaranya membantu menggemburkan tanah, sehingga tanah tidak lengket disaat basah dan tidak keras disaat kering sehingga bisa menyimpan air lebih lama, Selain itu dengan diberikannya pupuk bokashi dapat membantu menghidupkan kembali mikroba-mikroba didalam tanah, mikroba sendiri berguna untuk memudahkan melakukan proses pembentukan bahan-bahan organik didalam tanah," katan Serka Ahmad Minwar.

"Bagi proses pertumbuhan juga baik, dan membantu dalam pertumbuhan akar tanaman sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik serta diharapkan bisa meningkatkan hasil dari panen dengan biaya lebih ekonomis," imbuhnya.

Disisi lain, Kusaeri, penyaji materi bidang teknik menyampaikan tentang cara pembuatan pupuk Bokashi.

"Alat dan bahan yang diperlukan meliputi Terpal, Sekop, drum atau gentong plastik. Kemudian bahan-bahan pupuk kandang, katul, arang sekam, serbuk gergaji, MOL, Em4 dan Air," jelasnya.

"Lalu campuran bahan yang sudah ada di campur diatas terpal yang sudah digelar sebagai alas, berikutnya berikan air yang sudah dicampur dengan cairan Em-4 dan MOL yang sudah dicampur dengan sekam arang diaduk hingga rata, setelah selesai tutup semua bahan dengan terpal hingga rapat agar udara tidak masuk, untuk fermentasi ini membutuhkan waktu sekitar 15 hari," paparnya.

Masih kata dia, pupuk organik atau pupuk Bokashi selain proses pembuatannya cepat, bahan baku mudah untuk didapatkan.

"Ekonomis dan hemat biaya serta hasil yang didapat dengan metode ini juga tidak terlalu berbau, selain itu prosesnya juga mampu menekan timbulnya jamur atau fungi dan gulma," pungkasnya.

Reporter : Hermanto
Editor : Fani Wulandari
ad
Berita Sebelumnya Diduga Tebang Pilih, Satpol PP Banyuwangi Jadi Buah Bibir Warga Singonegaran
Berita Selanjutnya Permintaan Warga Klakah Lumajang Untuk Nonton Film G30S-PKI Terus Bergulir

Komentar Anda