UniqMag

Membumikan 'Jas Hijau' dari Bondowoso ke Nusantara

berita terkini
(Tengah) Ahmad Dhafir, Ketua DPRD Jember sang inspirator 'Jas Hijau'
ad

JEMBER, (suarajatimpost.com) - 'Jas Hijau' itulah nama yang sempat viral di media dan tertulis di baju-baju warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Bondowoso.

Bagi sebagian besar orang, penyebutan ini sepintas sangat asing. Tak terkecuali bagi dunia santri dan masyarakat yang mendengar dan melihat tulisan itu.

"Jas Hijau, bukan hanya nama, tetapi memiliki nilai filosofis yang sangat dalam, lebih dalam dari 'Jas Merah' yang sudah kita tau," jelas Ahmad Dhofir sang inisiator.

Menurutnya, 'Jas Hijau' bukan hanya sekedar penamaan, tetapi, bagaimana sekian lamanya Indonesia merdeka tidak lepas dari jasa ulama'(tokoh agama islam) kala itu.

"Nama 'Jas Hijau' kalau kita runut dan kita jabarkan 'Jangan sekali-kali hilangkan jasa ulama.  Udara merdeka sampai hari ini kita hirup sampai hari ini, karena perjuangan beliaulah. Tidak berlebihan kiranya nama 'Jas Hijau' dibumikan," ujarnya.

Dhofir juga menyebut, penamaan tersebut bukan hanya sekedar inspirasi dan mencari sensasi. Tetapi, jauh lebih dalam bagaimana mengingatkan para penerus bangsa ini.

"Sebagai simbol, untuk selalu mengingatkan pelanjut bangsa ini. Bagaimana, untuk tidak lupa pada pengukir sejarah," tukasnya.

Reporter : Imam Khairon
Editor : Fani Wulandari
ad
Berita Sebelumnya Miris! Jember Kota Santri, Namun Darurat Pelecehan Seksual
Berita Selanjutnya Permintaan Warga Klakah Lumajang Untuk Nonton Film G30S-PKI Terus Bergulir

Komentar Anda