UniqMag
ad

Sekjen PWI Pusat Sebut Banyak Karya Jurnalistik Tidak Berimbang

berita terkini
Hendry Ch Bangun, saat memberikan materi acara Safari Jurnalistik dan Uji Kompetensi (UKW) di aula PWI Jatim, Jl. Taman Apsari.
ad

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Banyak wartawan yang belum memiliki kompetensi sering melanggar Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, salah satunya berita tidak cover bot side dan tanpa konfirmasi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PWI Pusat Hendry Ch Bangun, saat memberikan materi acara Safari Jurnalistik dan Uji Kompetensi (UKW) di aula PWI Jatim, Jl. Taman Apsari, Senin (17/07).

"Mengapa harus ada UKW, keberadaan hasil karya jurnalistik pada saat ini masih  banyak yang memprihatinkan. Tanpa konfirmasi, tidak berimbang, dan banyak menjustifikasi. Inilah salah satu manfaat dari uji kompetensi," jelasnya.

Hendry menyebut, Dewan Pers dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sudah melakukan kegiatan tersebut dan sudah meluluskan ribuan wartawan.

"Setidaknya sudah ada 8000 wartawan yang sudah mengantongi sertifikat dan kecakapan. Dan akan terus melakukan trobosan sampai keberadaan wartawan benar-benar layak berikut karyanya," katanya.

Lebih jauh nara sumber yang juga sebagai anggota Dewan Pers ini meminta, wartawan harus memiliki berbagai kecakapan dalam menjalankan tugas profesinya.

"Yang tidak kalah pentingnya adalah etika jurnalistik, bagaimana membina hubungan baik dengan jejaring (nara sumber) agar mudah saat konfirmasi berita. Kemampuan menyunting juga," tegasnya.

Dirinya berharap, para wartawan yang masih belum memiliki sertifikat UKW untuk segera mengikuti, agar mampu menjalankan tugas di lapangan dengan baik.

Reporter : Imam Khairon
Editor : Fani Wulandari
ad
Berita Sebelumnya Dibutuhkan Wartawan Kabupaten dan Kota
Berita Selanjutnya Lindungi Pertanian, DPRD Sumenep Siapkan Raperda PLP2B

Komentar Anda