UniqMag

Pelaksanaan PPDB di Sumenep Mendapat Sorotan Dari Pengamat Pendidikan

berita terkini
Ilustrasi PPDB
ad

SUMENEP, (suarajatimpost.com) - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendapat sorotan dari pengamat pendidikan. 

Pasalnya pelaksanaan PPDB secara online, dinilai mendiskriditkan peserta didik, utamanya peserta didik yang berasal dari desa, utamanya yang bagi mereka yang belum mengenal IT.

Ach Junaidi salah seorang pengamat pendidikan di Kabupaten Sumenep mrngatakan bahwa faktanya selama pelaksanaan PPDB berlangsung, masyarakat ada yang tidak paham sistem zonasi, seperti di zonasi tertentu sebagian sekolah penuh, sedangkan sebagian sekolahnya mereka sepi pendaftar. 

"Bahkan ada masyarakat yang menganggap orang desa tidak boleh sekolah di kota," jelas Ach Junaidi, Senin (17/7).

Ia menambahkan, padahal sistem zonasi itu diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 17 tahun 2017 tentang PPDB TK, SD, SMP, SMA, SMK atau bentuk lain yang sederajat, sebagaimana Peraturan Kepala Dinas Nomor 01 Tahun 2017 tentang PBDB jenjang TK, SD, SMP, SMA atau bentuk lain yang sederajat.

Dalam peraturan itu ditegaskan semua sekolah harus menerima siswa sebanyak 90 persen dalam zonasi. Sementara 5 persen diperuntukan siswa yang pindahan karena ikut orang tuanya karena tugas, dan 5 persen untuk siswa berprestasi di luar zonasi yang telah ditetapkan.

Ketua Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (Isnu) Kecamatan Lenteng tersebut menambkan, sistem zonasi banyak bermasalah, terbukti secara nasional banyak pengaduan yang masuk posko pengaduan Inspektorat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) termasuk dari Jawa Timur.

"Nah, itu perlu dipertimbangkan untuk tahun berikutnya," tegasnya. 

Reporter : Hairul Arifin
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Babinsa Mlawang Koramil Klakah bersama Warga Lakukan Pengecoran Jalan
Berita Selanjutnya Permintaan Warga Klakah Lumajang Untuk Nonton Film G30S-PKI Terus Bergulir

Komentar Anda