UniqMag
ad

Dilarang Menangkap Benih Lopster, Ratusan Nelayan Banyuwangi Gelar Aksi

berita terkini
Tampak warga kecamatan purwoharjo dan pesanggaran, banyuwangi saat demonstrasi.
ad

BANYUWANGI, (suarajatimpost.com) - Sejumlah nelayan Kecamatan Pesanggaran dan Purwoharjo mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Banyuwangi untuk menyuarakan aspirasinya, Senin (17/7).

Sekitar kurang lebih 800 orang terdiri dari warga Grajagan, Lampon, Pancer,  tampak mengendarai 8 truk, 10 minibus dan sepedah motor memadati sedut-sudut gedung DPRD Banyuwangi. 

Dalam aksinya nelayan tersebut menolak peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan nomor 56 tahun 2016 atas perubahan Permen nomor 1 dan 2 tahun 2015 tentang larangan penangkapan benih lobster (benur), Kepiting dan rajungan. 

Menurut mereka adanya permen tersebut sangat meresahkan dan mengancam keberlangsungan hidup para nelayan Karena hal itu merupakan penghasilan pokok bagi warga setempat. 

"Peraturan menteri perikanan dan kelautan itu harus segera dicabut karna ini akan mengancam keberlangsungan hidup para nelayan," ujar koordinator aksi Supriant.

Supariato menambahkan, apa yang dilarang dalam permen no 56 tahun 2016 tersebut merupakan penghasilan pokok dari warga nelayan setempat.

"Harapan kami kepada para wakil rakyat bisa memperjuangkan tuntutan kami agar nasib para nelayan terselamatkan," pungkasnya.

Reporter : Nanang Slamet
Editor : Fani Wulandari
ad
Berita Sebelumnya Dibutuhkan Wartawan Kabupaten dan Kota
Berita Selanjutnya Lindungi Pertanian, DPRD Sumenep Siapkan Raperda PLP2B

Komentar Anda