UniqMag
jamu

Meskipun Urung Jadi TKI, Warga Magetan Tetap Dibebani Biaya Penebusan Dokumen

berita terkini
Kantor PT Putra Indo Sejahtera.
ad

MAGETAN, (suarajatimpost.com) - Kurangya lapangan pekerjaan di Magetan membuat kebanyakan masyarakat di Magetan mengadukan nasibnya kerja di luar negeri.

Seperti yang dialami perempuan berinisial RI Warg Glodog, Karangrejo Magetan. Setahun yang lalu RI berniat berangkat kerja di Taiwan melalui calo. Tapi sebenarnya RI itu ingin tanya-tanya dulu terkait proses pemberangkatannya, tapi ternyata dokumen-dokumen berharga miliknya langsung dibawa oleh Sutrisno (penyalur TKI) ke PT. Putra Indo Sejahtera  dan memberikan uang saku kepada RI sebanyak Rp 1.000.000,- itupun dibayar Sutrisno kepada RI dua kali.

Saat dikonfirmasi, RI mengatakan bahwa benar dulu itu dokumen miliknya langsung dibawa oleh Sutrisno ke PT Putra Indo Sejahtera padahal dirinya saat itu belum niat penuh.

"Karena kejadian tersebut terpakasa saya mengikuti beberapa upaya tahapan yang ada di PT Putra Indo Sejahtera yang beralamatkan di Madiun," ucap RI kepada suarajatimpost.com.

Bahkan RI juga mengatakan, untuk mengambil dokumen tersebut dirinya  disuruh membayar sekitar 5 juta.

"Padahal itu dokumen milik saya kok malah dipersulit. Kalau memang dokumen - dokumen tersebut tidak dikembalikan saya akan laporkan masalah ini kepada pihak berwajib," tutup RI kepada suarajatimpost.com (28/07).

Ditempat yang berbeda Sutrisno yang sebagai penyalur/calo TKI yang beralamtkan di Desa kuwon saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dokumen milik RI benar dulu dibawa dan sekarang ada di PT Putra Indo Sejahtera yang kantornya berada Madiun. 

"Kalau mau mengambil itu tetap ada biaya karena di kantor itu punya aturan kalau mau ngasih uang nanti saya ambikan di tempatnya pak Joko (durektut PT Putra Indo Sejahtera)," tutup Sutrisno. 

Di lain pihak Johan Kepala BPN2TKI Madiun saat di konfirmasi terkait masalah tersebut Ia mengatakan, pengaduan dari saudari RI sudah diterima dan sekarang masih dalam proses.

"Kita konfirmasi dulu ke dua belah pihak mas, yang benar yang mana, kalau perlu penyalurnya atau calonya kita panggil juga," ucap johan.

Ia menambahkan, jika keluarga korban mau membuat laporan di kepolisian, menurutnya itu Hak mereka.

"Ttlapi saya dari BNP2TKI akan bekerja semampu kami untuk membantu klien kami, tutup Johan, Senin (31/07).

Bahkan dari pihak PT Putra Indo Sejahtera yang diwakili stafnya Ningsih membenarkan untuk mengambik dokumen milik RI itu harus siap uang 5 juta. 

"Kalau mau mengambil uang ya harua siapkan uang 5 jutaan," ucap Ningsih.

Reporter : Senja Galindra Visanggeni
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Dibutuhkan Wartawan Kabupaten dan Kota
Berita Selanjutnya Bandar Narkoba di Mojokerto Tewas Dengan Timah Panas

Komentar Anda