UniqMag
ad

Tradisi 'Salepan' Jadi Wadah Kerukunan Pecinta Burung Merpati Lumajang

berita terkini
Susana kebersamaan saat pelepasab burung merpati.
ad

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) - 'Salepan', sebutan bahasa madura yang artinya saling bersalipan diantara ribuan burung merpati yang dilepas keangkasa, menjadi wadah kerukunan para pecinta burung merpati utamanya di Lumajang sektor utara termasuk Desa Seruni, Tegal Ciut, Klakah dan Randuagung juga beberapa desa yang lain.

Edo, (19) warga Desa Mlawang Kecamatan Klakah Lumajang Jawa Timur yang juga turut serta dalam kegiatan tersebut mengatakan, hal ini sudah sering dilakukan oleh para pecinta burung merpati sebagai ajang silaturakhim dan berpindah - pindah dari desa ke desa yang lain.

"Kadang dari beberapa desa itu kumpulnya disalah satu desa yang disepakati, sambil bersilaturokhim kita bawa burung merpati, nanti setelah kumpul dilepas keangkasa, kadang jumlahnya hingga puluhan ribu kita lepas. Disini yang dikatakan 'salepan', jadi burung merpati kita pulang ikut krumunan lain, tidak pulang kerumah. Kadang kerumunan punya kita bertambah membawa tambahan, disini indahnya. Kita saling sepakat jika itu sebuah kebersamaan, kita adalah satu saudara," jelasnya.

Disisi lain, pelepasan yang kala itu dilakukan distadion desa Mlawang Klakah, Sabtu (12/8) , membikin takjub warga sekitar dimana ribuan burung merpati terbang berhamburan disertai sorakan.

Juga tak jarang kegiatan ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mengais rejeki dengan berjualan air minum.

"Kalau pas dilepas, banyak sekali, penuh tawa dan canda, disini saya melihat sambil berjualan air minum. Lumayan ada pemasukan," tukas Muna warga sekitaran tempat pelepasan burung merpati.

Reporter : Hermanto
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Serda Nehar dan Pemuda, PKL Juga Warga Klakah Kibarkan Bendera Saka Merah Putih
Berita Selanjutnya Tiga Kali Mangkir, DPRD Jember Akan Tindak Tegas Pejabat Pemkab

Komentar Anda