UniqMag
ad

Sempat Ngumpet, Pasangan Kekasih di Tulungagung Ini Akhirnya Dibawa Petugas

berita terkini
Petugas saat menggerebek pasangan bukan muhrim itu
ad

TULUNGAGUNG, (suarajatimpost.com) - Satu pasangan bukan suami istri digiring  Satpol PP Kabupaten Tulungagung, Senin (18/9/2017). Pasalnya mereka kedapatan berada dalam satu kamar dengan kondisi pintu tertutup. 

Setelah keduanya dimintai keterangan di kantor Satpol PP Tulungagung, diketahui perempuan atas nama Fatimah Eka Putri (22) asal Karanganyar Jawa Tengah, sedangkan teman prianya bernama Satria (20) asal Kelurahan Kepatihan Tulungagung. 

Keduanya kedapatan di sebuah kamar kos di Kelurahan Bago milik Wulansari, warga Bago. Saat pintu kamar kost dibuka, Eka sedang memakai daster, sedang Satria bersembunyi di kamar mandi kos.

Kabid Penegakan Perundang-undangan pada Satpol PP Tulungagung, Koestoyo membenarkan telah mengamankan satu pasangan bukan suami istri tersebut.

Penggerebegan pasangan bukan suami istri ini dilakukan saat dilakukan razia  terhadap rumah kost yang tidak berizin dari tim gabungan Komisi C DPRD Tulungagung, Bapenda Tulungagung, serta DPMPTSP.

"Saat kami melakukan sidak izin rumah kost, kita menemukan satu pasangan bukan suami istri dalam kamar yang tertutup," kata Koestoyo.

Koestoyo menambahkan, keduanya tidak memiliki kartu identitas. Kalaupun ada, kartu identitas itu sudah habis masa berlakunya. Kustoyo mengingatkan untuk  keduanya agar segera mencari kartu identitas yang berlaku. Jika dalam 1 bulan belum mempunyai kartu identitas, maka dirinya tidak  segan untuk mengusir atau melarang Eka dari wilayah  Tulungagung. 

"Keduanya kami berikan waktu  1 bulan harus mengurus  kartu identitas," tambah Kustoyo.

Selanjutnya keduanya diberikan pembinaan dan menulis surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.

Tak hanya penghuni kos, pemilik rumah kost, Wulansari diminta untuk segera mengurus perizinannya. Selain masalah perijinan, Koestoyo meminta Wulansari untuk tidak sembarangan  menerima penghuni kost maupun tamu yang tidak jelas identitasnya. Bila nantinya masih melakukan hal serupa, maka ijinnya akan dicabut dan tidak boleh beroperasi.

"Pemilik kost harus menyediakan ruang tamu, dan tidak asal  menerima tamu yang tidak jelas, jika masih melakukan hal itu maka akan tidak segan menutup rumah kostnya," tegas Koestoyo.

Reporter : Ahmad Soim
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Dibutuhkan Wartawan Kabupaten dan Kota
Berita Selanjutnya Komunikasi Sosial Babinsa Koramil 0828/08 Sokobanah Agar Silaturahmi Terjaga

Komentar Anda