UniqMag
ad

Untuk Bertahan Hidup, Nenek Renta di Sumenep Ini Jual Daun

berita terkini
Kondisi kehidupan Jutiyah
ad

SUMENEP, (suarajatimpost.com) - Demi menyambung hidup, seorang perempuan renta asal Dusun Tengat, Desa Taman Sare, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ini harus mengais rizki dengan menjual daun ke pasar.

Perempuan malang itu bernama Jutiyah, perempuan renta yang hidup sebatang kara. Ia tak punya keluarga. Bahkan untuk membantu aktivitasnya setiap haripun tak ada.

Baca JugaHidup Sebatang Kara, Seorang Kakek di Sumenep Ini Butuh Uluran Tangan

Aktivitasnya mencari daun Ia jalani sendiri, meski usianya sudah senja, tapi mau tidak mau harus melakoni jalan hidup dengan kondisi fisiknya yang sudah tidak kuat lagi.

Daun yang menjadi sumber pengjidupannya setiap hari itu yaitu daun pohon jati dan daun pisang.

Jutiya, menjual daun daun yang Ia cari dari sekitar rumahnya ke Pasar Candi. Namun kadang tidak selalu mencari di dekat ruamahnya, ia harus berjalan mencari daun untuk sumber kehidupannya sehari hari.

Dari hasil penjualannya itu, Jutiya bisa menghasilkan dari 3000 hingga 5000 rupiah. 

"Tidak tentu juga sih mas, kadang 5000 rupiah, kadang bisa kurang, bahkan kadang bisa tidak dapat sama sekali," jelas Rosita, salah seorang relawan yang membantu orang-orang yang memerlukan di desa setempat, Kamis (21/9/2017).

Terkadang, ketika nasip tidak mujur bagi Jutiya, ia harus bersabar diri. Menahan lapar sambil tetap beraktivitas seperti biasanya.

"Tapi kalau tidak dapat daun mas, Jutiya bisa tidak makan seharian," imbuh perempuan yang dipanggil Ochi itu.

Ketika disambangi ke kediamannya, Jutiya hanya tersenyum, dan terlihat pasrah dengan jalan hidupnya yang ia jalani saat ini.

Sesekali suaranya keluar mengucap terimakasih atas pemberian yang diberikan oleh Ochi kepada nenek renta itu.

"Kalangkong ki nak, manter ebelesse se raje (makasih ya nak, mudah-mudahan mendapat balasan yang lebih besar)," ucapnya pelan.

Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan, bahkan kecil, terbalut bidik anyaman bambu. Dan memiliki satu langgar (surau) yang dipergunakan untuk menyimpan daun hasil mencarinya di berbagai tempat.

Di depan rumah bidiknya itu, terdapat tempat air dan dikelilingi dengan bidik yang terbuat dari daun kelapa yang dianyam, yang dipergunakan menjadi kamar mandi.

Ochi berharap, orang-orang serupa Jutiya bisa mendapat perhatian dari siapapun, baik dari pemerintah maupun dari orang yang peduli. 

Menurut Ochi, di desa setempat ada beberapa orang yang mengalami nasip tidak beruntung, yang membutuhkan ukuran tangan para relawan.

"Jika ada yang peduli dengan nasip mereka bisa hubungi saya, di 087859977075, atau kangsung datang ke lokasi, biar tahu kondisinya, saya siap mengantar," pungkasnya.

Reporter : Hairul Arifin
Editor : Winzani
ad
Berita Sebelumnya Dibutuhkan Wartawan Kabupaten dan Kota
Berita Selanjutnya Komunikasi Sosial Babinsa Koramil 0828/08 Sokobanah Agar Silaturahmi Terjaga

Komentar Anda