UniqMag
ad

Warung Berjaringan Tak Kunjung Berjalan, Warga Jember ini Buat Inovasi ‘Kopling’

berita terkini
Setiyo Hadi (37) warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, pencetus 'Kopling'
ad

JEMBER,(suarajatimpost.com) - Setiyo Hadi (37) warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, selama 3 bulan terakhir  mencoba mengembangkan ide kreatif yang diberi nama Kopi Keliling (Kopling) di kawasan kota Jember.

Menggunakan motor, yang dirancang sedemikian rupa dengan alat sederhana, dilengkapi dengan gelas dan air panas menggunakan termos, dirinya berkeliling masuk ke kantor-kantor dinas, menawarkan kopi siap saji.

“Sebetulnya rencana program Bupati Jember, akan membuat warung berjaringan itu bagus dan itu kami tunggu. Tetapi, sampai saat ini saya pribadi masih belum melihat, kalau menunggu itu kapan kita berbuat. Sekarang yang riel saja, tidak perlu muluk-muluk, yang penting ada pemasukan rutin, tidak harus tergantung program pemerintah,” jelasnya, Kamis (27/09) siang.

Selama merintis, Setiyo Hadi optimis, bahwa apa yang dia lakukan merupakan awal bagaimana memberi contoh masyarakat Jember, untuk tidak hanya berpangku tangan dan pasrah kepada keadaan menjadi pengangguran.

“Modal utama mental harus kuat. Awalnya banyak yang tidak percaya dikira saya guyonan, seperti kantor dinas, BUMN, SPBU, kawasan kampus, dan tempat-tempat usaha semua kami tawarkan. Alhamdulillah sehari bisa menghasilkan Rp 250.000,” tuturnya.

Kalau rejeki lagi berpihak, tidak jarang, beberapa kali ada kegiatan di perkantoran kopi yang sudah dia racik dan tinggal seduh itu diborong habis.

“Kopi saya ini bisa habis dalam sehari, kalau ada kegiatan rapat kantor. Itu tergantung rejeki yang penting disyukuri,” akui Setiyo Hadi.

Menurut dia, di Kabupaten Jember kaya dengan produk kopi yang beraneka rasa. Namun, sampai saat ini masih belum terlihat bagaimana pengembanganya. “Ada kopi Robusta, Argopuro, Silo, Garahan, dan banyak jenis lainnya dengan rasa yang berbeda,” jelasnya.

Selama merintis, diakui Setiyo, faktor utama adalah permodalan dan masih belum ada pemasok rutin untuk menyuplai kopi.

“Harus diakui, yang menjadi kendala utama adalah permodalan, serta pemasok bahan baku. Kami ya harus keliling di tiap penjuru untuk ambil kopinya,” kata Hadi.

Hebatnya, alumni aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) era orde baru ini, masih sempat menyisihkan sebagian rejekinya untuk sekedar mewujudkan mempinya memiliki museum sejarah di Kecamatan Puger.

"Sebagian rejeki yang saya dapat, saya sisihkan bgaimana Jember memiliki Museum sejarah. Makanya saya terkejut ketika pos anggaran yang sudah jelas mau dihapus. Tidak apa-apa lah mungkin melalui rejeki 'Kopling' ini Museum akan terwujud," bebernya.

Diakhir komentarnya, pengusaha Kopling yang sekaligus pegiat sejarah ini mempunyai tekad, jika dirinya sudah mempunyai modal cukup, akan terus mengembangkan usahanya, untuk mengajak para pemuda yang masih belum mendapat pekerjaan.

“Inginnya, kita akan kembangkan terus, minimal saya punya 11 orang yang akan kita bagi per wilayah. Tujuannya, minimal mengurangi angka pengangguran, tidak perlu gengsi, yang penting halal dan bisa dinikmati oleh keluarga,” tutupnya.

Bagi anda yang masih penasaran dengan aneka rasa kopi ‘Kopling’ bisa langsung kontak 082 660 175 943. Bisa dipastikan, selama masih belum ada pesanan kami datang.

Reporter : Imam Khairon
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Dibutuhkan Wartawan Kabupaten dan Kota
Berita Selanjutnya Petunjuk Gubernur untuk Persoalan Jember, Belum Juga Turun

Komentar Anda