UniqMag
Perum Bojonegoro

Hidup Sebatang Kara, Dua Warga Sumenep Ini Butuh Uluran Tangan, Pemerintah Kemana?

berita terkini
Nyi Puratun (putih) dan Nyi Sahbe
inf

SUMENEP, (suarajatimpost.com) - Nampaknya usaha pemberantasan kemiskinan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur masih belum maksimal.

Pasalnya masih banyak masyarakat Sumenep yang berada di bawah garis kemiskinan, dan bahkan kehidupannya jauh dari kata layak.

Seperti yang dialami oleh Nyi Sahbe dan Nyi Puratun warga Dusun Batu Bintang, Desa Nyambakan Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep.

Nyi Sahbe hidup sebatang kara, karena ditinggal selama-lamanya oleh anak tercintanya.

Semenyara Nyi Puratun juga mengalami nasib yang sama dengan Nyi Sahbe ditinggal oleh anaknya, sehingga hidup sendirian. 

Untuk mempertahankan hidupnya, Nyi Sahbe terpaksa jadi kuli serabutan. Itupun kalau ada yang manggil untuk memakai jada tenaganya mengerjakan apapun.

Jika tidak ada yang memakai jasanya untuk bekerja, Nyi Sahbe terpaksa makan sedanya.

Sementara, Nyi Puratun kesehariannya membantu tetangganya membuat gula merah (aren) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Rosita, salah satu aktivis sosial di Kabupaten Sumenep, mengatakan bahwa kedua warga Nyabakan Timur itu tinggal di gubuk bambu.

"Untuk bertahan hidup saja mereka masih pontang panting mas, tidak sebanding dengan fisiknya yang sudah renta, pekerjaannya serabutan dan membuat gula merah," jelasnya, Rabu (4/10/2017).

Perempuan yang dipanggil Ochi itu menambahkan, akhir-akhir ini pihaknya akhir-akhir ini menyisir daerah-daerah tertentu untuk mencari warga yang berada di bawah garis kemiskinan.

"Nanti kami carikan donatur, siapa tau ada yang mau membantu, kasian ke mereka, kalau ada yang mau bantu bisa hubungi saya di 087859977075," pungkasnya.

Reporter : Hairul Arifin
Editor : Winzani
inf
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Guru Honorer Jember Belum Lulus S1 Sudah Dapat SP?

Komentar Anda