UniqMag
Perum Bojonegoro

Pelaku Pembunuhan Pendekar PSHT Serta Penyebab Bentrok di Surabaya Terungkap

berita terkini
Kapolrestabes Surabaya tunjukkan beberapa gambar yang membuktikan keterlibatan tersangka ke hadapan awak media.
inf

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Pihak Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya telah menangkap pelaku pembunuhan yang menewaskan dua orang anggota Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) pada peristiwa bentrok dengan suporter Bonek Surabaya, minggu lalu (01/10/2017)

"Bentrokan itu dilakukan oleh oknum dari supporter bola dan pendekar dari PSHT sampai jatuh korban meninggal dua orang. Sekarang pelaku sudah kami tangkap dan perwakilan dari Bonek dan PSHT sepakat untuk berdamai dan tidak akan memperpanjang masalah," ungkap Kepala Polrestabes Surabaya Kombes. Pol. M. Iqbal, Kamis (05/10/2017).

Kedua pelaku diketahui berinisial MJ dan MS dengan berbagai barang bukti yang dikumpulkan dari lapangan saat bentrok maupun sesudahnya.

"Kasus hukumnya akan kami tangani, bukti(nya) berupa bambu, batu, dan kaos yang dikenakan tersangka sudah ada. Beserta rekaman foto dan video," ungkapnya.

Bambu yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban meninggalkan bekas darah yang kemudian dilakukan uji forensik oleh pihak Kepolisian, hasilnya darah identik dengan darah korban.

"Sedangkan bukti pakaian yang digunakan  kedua tersangka juga identik dengan bukti foto video yang ada, diperkuat juga dari pengakuan kedua tersangka," lanjut Iqbal.

Dirinya menyebut, Pelaku pembunuhan anggota Perguruan silat tersebut cepat ditangkap berkat kerja keras Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya dibawah komando Akbp. Leonard sinambela.

"Usai kejadian, Kasat Reskrim Saya perintah bentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini dan sekarang dua Tersangka sudah kami amankan," sambungnya.

Dari pengembangan kasus ini, ditemukan penyebab terjadinya bentrokan akibat provokasi yang disampaikan melalui jejaring sosial.

"Ada postingan di media sosial yang menjadi pemicu utama bentrokan. Untuk provokasi dan dugaan ujaran kebencian di medsos itu juga sudah ditangani dan kami sudah menangkap satu tersangka," pungkasnya.

Reporter :
Editor : Ismi Fausiah
inf
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Sambut Hari Anak Nasional, SAGA Tekankan Pentingnya Gawat Darurat Anak

Komentar Anda