UniqMag
ad

Perajin Omprog Gandrung Banyuwangi Kebanjiran Order

berita terkini
Ditempat kerajinan tersebut
ad

BANYUWANGI, (suarajatimpost.com) - Diselengarakannya festival Gandrung Sewu di Banyuwangi menjadikan berkah tersendiri bagi para perajin omprog gandrung di Bumi Blambangan, Jawa Timur.

Bagaimana tidak, dengan iven tersebut banyak pemesan kususnya para penari gandrung yang didominasi para pelajar, berdatangan memesan mahkota khas Banyuwangi tersebut.

Berkah ini salah satunya dirasakan Edi Tri Susilo (34) warga Desa Bangorejo, Kecamatan Bangorejo. Dalam sebulan ini omset yang didapat meningkat tajam dibanding hari - hari sebelumnya. Karena menurutnya setiap iven itu digelar, tempat kerajinannya dipenuhi pemesan.

"Alhamdulillah sepekan ini ramai," jelasnya (8/10/2017) kemarin.

Omprog di tempat Edi ini ada yang mitasi dan yang asli, tentu saja kualitas dua jenis mahkota penari gandrung ini tidak sama, karena bahan yang digunakan tidak sama.

"Kalau yang asli terbuat dari kulit sapi. Kalau yang mitasi dari karpet dan sejenisnya," katanya.

Untuk mengerjakan kerajinan ini, Edi membutuhkan bahan dan alat pembuatannya. Dalam 3 hari, 5 omprog gandrung mitasi sudah rampung dia kerjakan.

"Kalau yang asli membutuhkan waktu 5 hari. Dalam mengerjakannya saya dibantu 2 adik - adik saya," jelasnya.

Harga dua jenis omprog ini menurutnya tidak sama. Karena kualitas, tingkat kesulitan, kualitas dan bahannya berbeda.

"Untuk yang mitasi 1 omprog seharga Rp. 250. Yang asli dari Rp. 650 sampai Rp. 800 ribu," urainya.

Selain omprog gandrung, Edi juga siap menerima pesanan seperangkat kostum gandrung. Karena selain piawai dalam hal kerajinan pria ini juga memiliki jiwa seni yang kental.

"Kreativitas jika ditekuni dengan baik, hasilnyapun juga baik," pungkas perajin kostum gandrung ini.

Reporter : Yudi Irawan
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi Meriah
Berita Selanjutnya Puting Beliung 'Ngamuk', Puluhan Rumah Warga Sumenep Hancur

Komentar Anda