UniqMag
ad

Rekonstruksi Pembunuhan di Jember, Pelaku Peragakan 19 Adegan, Ini Faktanya

berita terkini
Proses rekontruksi pembunuhan di Jember
ad

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Jajaran Polres Jember menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap pemuda asal Malang bernama Andri Trinanto (21) di sebuah rumah kontrakan di Semboro Lor Kecamatan Semboro dengan tersangka Fiko Andrianto (22) pada hari Kamis (12/10) siang.

Diketahui Fiko membunuh korban yang merupakan teman dari perkenalannya di medsos facebook lantaran sakit hati 'hasratnya' tidak dituruti oleh korban.

Di sana, polisi bersama Fiko memeragakan adegan mulai ketika ia mengajak korban ke kontrakannya kemudian mengajak berhubungan intim sampai pada adegan pembunuhan dengan cara membekap korban dengan bantal dan memasukkan jenazah ke dalam sumur.

Kapolres Jember Ajun Komisaris Besar Polisi Kusworo Wibowo mengungkapkan, ada 19 adegan rekonstruksi yang dilakukan oleh Fiko di empat tempat kejadian perkara (TKP).

Beberapa adegan memperlihatkan ketika Fiko menjemput korban menuju ke kontrakan, sedangkan adegan terbanyak adalah ketika dia berhubungan intim kemudian membunuh Andri di rumah kontrakan.

"Rekonstruksi ini kami bagi ke 19 adegan, untuk memastikan apakah tersangka benar-benar melakukan sesuai dengan keterangannya dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dan untuk memastikan hakim," kata Kapolres, di lokasi.

Menurut Kusworo, proses rekonstruksi dimulai dari saat Fiko menemui Andri di daerah Makam Umum Semboro Lor, kemudian dibawa ke kontrakannya. Dari rekonstruksi tersebut, polisi belum menemukan fakta baru dari keterangan awal yang telah diberikan oleh Fiko saat proses penyidikan.

"Di sini tidak ada fakta yang baru, kami menyesuaikan saja antara berita acara dengan peragaan yang ada. Apa yang dituangkan dalam BAP, itu betul tersangka nyatakan bahwa dia telah melakukan pembunuhan itu," tutur Kusworo.

Adapun pembunuhan terungkap setelah pemilik kontrakan menemukan kerangka didalam sumur pada hari Jumat (25/9) silam. Setelah membunuh Andri, Fiko juga menjual motor milik korban. Fiko pun diamankan polisi setelah dua hari dari penemuan kerangka korban.

Atas tindakannya, Fiko dijerat Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Reporter : Puji SN
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Soal Toko Modern, Kadis Perindag Bojonegoro: Itu Tugas Satpol PP Wong Mereka Digaji
Berita Selanjutnya Petunjuk Gubernur untuk Persoalan Jember, Belum Juga Turun

Komentar Anda