UniqMag
ad

Relawan PMI Asal Blitar Siap Sumbangkan Ginjal Dan Matanya Kepada Anggota DPR RI

berita terkini
Sidharta Djarot relawan PMI asal Blitar
ad

BLITAR, (suarajatimpost.com) - Sidharta Djarot salah satu relawan Palang Merah Indonesia (PMI) asal Blitar, meminta DPR RI dan Pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang Kepalangmerahan pada 2018.

Pria kelahiran Blitar, 29 Maret 1960 ini siap menyumbangkan salah satu ginjal dan matanya untuk anggota DPR RI yang telah mengesahkan RUU Kepalangmerahan sebelum 17 september 2018

Saat ditemui wartawan suarajatimpost.com di kediamanya, Djarot mengatakan, dirinya mengatakan siap untuk menyumbangkan salah satu ginjal dan matanya kepada anggota DPR RI yang mengegolkan RUU Kepalangmerahan.

"Saya sudah 2 kali kirim surat ke pimpinan DPR RI Setya Novanto, dan pada tanggal 4 maret 2017 saya mendapatakan balasan," kata Djarot, Rabu (18/10)

Djarot menjelaskan, Rancangan Undang-Undang (RUU) yang telah diinisiasi sejak 1998 tersebut seharusnya sudah disahkan, sebab Indonesia terikat dengan Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi melalui UU Nomor 59 Tahun 1958.

"Selain itu keanggotaan Palang Merah Indonesia juga secara resmi diterima oleh Liga Palang Merah dan Bulan Sabit Merah pada 1950," imbuhnya.

Dengan demikian, sudah menjadi kewajiban Indonesia mengindahkan Konvensi Jenewa 1949 tersebut melalui pengesahan RUU Kepalangmerahan menjadi UU.

Djarot menambahkan, relawan PMI bekerja untuk kemanusiaan, tak mengenal partai, suku, bangsa dan agama. Tugas kemanusiaan itu menurutnya merupakan panggilan jiwa.

"Bekerja secara ikhlas untuk membantu sesama. Bahkan tak jarang relawan harus mengorbankan harta benda dan tenaga untuk kegiatan kemanusiaan," sambungnya.

Djarot berharap, Indonesia konsisten dengan satu negara satu lambang entah menggunakan lambang Palang Merah, atau menggunakan Bulan Sabit Merah.

Reporter : Nanang Habibi
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Sempatkan Jadi Guru Buta Aksara, Sertu Dwi Alfian Dukung Program Keaksaraan Usaha Mandiri
Berita Selanjutnya Puting Beliung 'Ngamuk', Puluhan Rumah Warga Sumenep Hancur

Komentar Anda