UniqMag
ad

Jenglot Yang Ditemukan di Kenjeran Surabaya Dibuang ke Laut

berita terkini
Kepala kecamatan Bulak mempertontonkan benda yang dianggap jenglot kepada awak 
ad

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Benda misterius yang disebut-sebut sebagai perwujudan jenglot yang ditemukan warga bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya di pantai Watu-Watu Kenjeran kemarin lusa, Senin (18/10) rencananya akan dibuang ke laut.

"Saya sebenarnya nggak ngerti jenglot itu seperti apa? daripada nantinya membuat resah warga ya sebaiknya Kita buang ke laut," tandas Suprayitno selaku Camat Bulak Kota Surabaya, Rabu (18/10).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kabarnya juga memerintahkan agar benda sepanjang 40 cm itu dibuang ke laut.

"Bu Wali (Tri rismaharini) sempat menanyakan kabar itu, beliau juga minta segera di buang ke laut," tuturnya.

Sebelum dibuang ke laut, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan para tokoh agama, ulama dan masyarakat.

"Kita beri kesempatan kepada pemilik jenglot agar mengambilnya sebelum dibuang, kalau ada orang pintar yang mau melihat benda ini asli atau tidak ya silahkan. Diuji di laboratorium juga nggak apa-apa," lanjut Suprayitno sambil menunjukkan Jenglot kepada awak media.

Suasana kantor pun tidak seperti biasanya, warga pun ramai mengunjungi kantor kecamatan hanya untuk menyaksikan wujud jenglot tersebut.

Kabar mengerikan juga sempat diceritakan salah satu anggota Satpol PP Surabaya yang pada waktu itu menemukan jenglot.

Sri Purnomo Irawan mengaku keesokan hari, Selasa (17/10) dirinya melihat jenglot di rumahnya. Padahal mumi kecil itu disimpan di kantor kecamatan Bulak.

Jenglot yang menggegerkan warga Surabaya ini berbentuk seperti patung dengan rambut panjang dan pirang seperti ekor kuda, tangan serta kaki memiliki kuku panjang mirip cakar hewan buas.

Kulit yang mengering terasa keras saat disentuh, dengan wajah bertaring seperti codot atau kelelawar buah, disimpan dalam kotak kayu yang bertuliskan raja.

Saat dikeluarkan benda yang dianggap mistis tersebut mengeluarkan bau busuk seperti bangkai yang telah mengering.

Reporter : Mokhamad Dofir
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Dinas PU SDA Sumenep Pernah Ingkar Janji, Masyarakat Tolak Alat Berat
Berita Selanjutnya Lindungi Pertanian, DPRD Sumenep Siapkan Raperda PLP2B

Komentar Anda