UniqMag
ad

Diduga Pukul Siswanya, Oknum Guru di Jember Dilaporkan Polisi

berita terkini
Korban bersama bapaknya.
ad

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Aksi dugaan pemukulan terhadap anak didik oleh tenaga pendidik kembali terjadi. Kali ini diduga dilakukan oleh oknum guru agama di MI Baithul Makmur berinisial A-L dilaporkan orangtua wali muridnya. 

Diketahui korban bernama Aditya Yudha Pratama (8) mengalami luka robek di bagian bawah mata setelah mendapat bogem mentah dari sang guru. 

Tidak terima dengan perlakuan guru tersebut, orang tua Aditya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Bangsalsari pada hari Kamis 05 Oktober 2017.

Saat ditemui di kediamannya di Dusun Kalisatan Desa Bangsalsari Kecamatan Bangsalsari, Badawi (46) orang tua korban menceritakan kejadian tersebut.

"Saat itu Aditya pulang sekolah diketahui mengalami luka robek di bawah mata sebelah kiri. Awalnya dia tidak mau keluar kamar hingga menjelang petang mengurung diri, merasa curiga ahirnya saya tanya dan mengaku telah dipukul seorang Oknum guru ber Inisial A-L bersama kedua orang teman sekelasnya pada kamis siang sekitar Pukul 11.30 WIB (05/10/2017) saat hendak sholat dhuhur," terang Badawi. Rabu, (18/10).

Mendengar pengakuan anak polos tersebut, keluarga naik pitam dan melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib yaitu Mapolsek bangsalsari.

"Anak saya sekolah di MI Baitul Makmur kelas 3. Sampai sekarang anak saya takut masuk sekolah mungkin karena trauma yang dialami disekolah tersebut. Kami berharap kepolisian dapat mengungkap kejadian ini," ujar Badawi.

Sementara itu pihak sekolah MI Baitul Makmur yang berada di Dusun Kalisatan, Desa Bangsalsari saat di konfirmasi perihal dugaan pemukulan tersebut. Kepala sekolah bernama Hesti Wahyuningrum mengatakan permasalahan ini dirinya tidak mengetahui secara pasti apa penyebab asli anak tersebut hingga terluka, dan pihaknya sudah 2 kali datang kepada keluarga untuk meluruskan permasalahan yang menyangkut lembaga tersebut.

"Saat itu keadaan kelas dan lingkungan sekolah seluruhnya baik-baik saja tidak terdengar suara tangisan, atau kondisi gaduh lainnya," katanya

Senada dengan Hesti, pada saat yang sama pihak Pemilik Yayasan MI Baitul Makmur Abdul Haqqi menuturkan jika kejadian pemukulan itu tidak ada. Dirinya menduga luka tersebut karena bemain sendiri bukan karena pemukulan oleh guru.

"Karena pihak guru yang dimaksud tidak mengakui telah memukul anak didik," tuturnya.

Pihak Kepolisian Sektor bangsalsari melalui Kapolsek AKP T. Dwi Sutarta saat dikonfirmasi Rabu siang membenarkan adanya laporan dari pihak keluarga Aditya Yuda perihal pemukulan yang diduga dilakukan Oknum guru tersebut.

"Sampai saat ini kami mengumpulkan saksi dan bukti, selanjutnya kami akan memanggil pihak yang terlapor dan yang melapor secepatnya, karena hari ini berkas kita sudah cukup untuk pemanggilan yang bersangkutan. Untuk sementara proses penyidikan akan dilakukan Team Reskrim untuk kelanjutanya nanti kami akan sampaikan kepada pihak media perihal kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oleh Oknum guru tersebut," pungkasnya.

Reporter : Puji SN
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Isu Titipan Peserta Panwascam di Sumenep Beredar
Berita Selanjutnya Puting Beliung 'Ngamuk', Puluhan Rumah Warga Sumenep Hancur

Komentar Anda