Minggu, 22 Mei 2022
Ramadan

Janji Tinggal Janji, Lawyer M Sholeh Somasi Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Tol Gratis 1 Kilometer

profile
Andy

06 Mei 2022 13:04

667 dilihat
Janji Tinggal Janji, Lawyer M Sholeh Somasi Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Tol Gratis 1 Kilometer
Tangkapan layar postingan lawyer Sholeh di akun YouTube miliknya.

MOJOKERTO - Janji tinggal janji, itulah kata yang cocok untuk Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengatakan akan menggratiskan tol jika antriannya lebih dari 1 kilometer pada saat mudik lebaran 2022.

Dalam akun YouTubernya, Lawyer kenamaan M Sholeh menyampaikan, janji tinggal janji apa yang disampaikan Menteri Perhubungan terkait kalau ada antrian di gerbang tol 1 kilometer maka akan digratiskan.

"Itu namanya Pemberi Harapan Palsu (PHP) kalau tidak bisa dibuktikan, janji tinggal janji. Yang saya alami sendiri pada saat perjalanan, dari Surabaya arah ke Malang hari Rabu pada tanggal 4 Mei kemarin lusa. Itu sudah ada antrian 1 kilometer. Kebetulan di setiap menjelang gerbang tol itu kalau 1 kilometer akan ada papan penunjuk, gerbang tol 1 kilometer lagi. Akhirnya saya foto, disitulah antrian, ini menjadi bukti otentik bahwa ada antrian 1 kilometer menjelang gerbang tol di Sidoarjo," ungkap Sholeh, lawyer berkali-kali berhasil menggugat peraturan menteri (Permen).

Lebih lanjut dikatakannya, setelah nyampai di pintu gerbang ternyata tidak ada petugas. Yang ia termui adalah mesin otomatis, tinggal nempel (tap), bayar. Nah, pertanyaannya kalau janji dari Menteri Perhubungan ini mau dibuktikan, tidak ada yang menyambut, juga menjelang 1 kilometer juga tidak ada petugas, bagaimana? Itu menunjukkan bahwa apa yang disampaikan Menteri Perhubungan ini hanyalah sebuah PHP pada masyarakat.

"Seperti saya tentu uang Rp 9.000 uang kecil. Tetapi begini, yang harus publik tahu ketika pejabat itu membuat janji maka itu sebuah program harus ditepati. Kalau itu tidak ditepati, ya sungguh mengecewakan kita semua. Bisa jadi keinginan dari Pak Menteri ini baik tetapi di level bawahnya ngasi tahu ini nggak mungkin. Kalau tol dalam kota biayanya murah, kalau itu tol luar kota, misalnya Semarang - Surabaya, Jakarta - Surabaya, coba kita hitung, kita bayangkan itu, dari Jakarta ke Surabaya lebih dari Rp 700.000," jelasnya.

Menurut Sholeh, andaikata tol Warugunung di Surabaya itu ada 500 mobil. Hitung-hitungan sederhana, 500 kali Rp 500.000 ketemu Rp 250 Juta, bisa bangkrut ini. Jadi menurutnya, janji pada saat lebaran ini adalah sebuah janji serius yang tidak boleh dianggap sebelah mata kalau Pak RT, Pak RW yang janji nggak masalah, tapi kalau yang janji levelnya level menteri ini sebuah keseriusan.

"Makanya nanti saya mau menyomasi menteri perhubungan ini atas kealpaannya, kelalaiannya, janji yang tidak bisa terpenuhi ini supaya meminta maaf kepada publik, kepada masyarakat bahwa janji tol gratis ketika ada antrian 1 kilometer itu tidak bisa direalisasikan maka atas nama menteri, ia harus meminta maaf, kalau tidak mau meminta maaf tentu kami akan menggunakan langkah hukum. Tapi masa sih uang Rp 9.000 mau mengambil langkah hukum," tegasnya.

Sholeh pun menjabarkan, itu kalau masalah satu orang, tapi bayangkan pengguna tol ini ratusan ribu orang, ratusan ribu kendaraan maka kalau dihitung tentu yang seharusnya mendapatkan gratis sehingga harus bayar, jumlahnya pun sangat banyak. Idealnya, tidak perlu janji pun tidak ada masalah, karena antrian itu kan tidak setiap hari. Kalau momen lebaran, menteri tidak bisa disalahkan kalau ada antrian, petugas tol pun tidak bisa disalahkan karena volume kendaraan pun menumpuk pada jam-jam tertentu, nggak usah janji.

"Bagi masyarakat itu yang penting pelayanannya bagus sudah senang, ngapain janji-janji gratis kalau tidak mampu direalisasikan," tandasnya di dalam postingan YouTubenya yang berjudul Somasi menteri, antri tol 1 kilo, gratis.

Ketika dikonfirmasi jurnalis suarajatimpost.com, langkah hukum yang diambil Sholeh jika Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tidak mau meminta maaf kepada publik setelah disomasi adalah akan menggugatnya secara perdata dengan pasal 1365 perbuatan melawan hukum, yang berbunyo setiap orang yang melakukan perbuatan melanggar hukum diwajibkan untuk mengganti kerugian yang timbul dari kesalahannya tersebut.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Janji Tinggal Janji, Lawyer M Sholeh Somasi Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Tol Gratis 1 Kilometer

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT