Rabu, 07 Desember 2022
Advetorial

Bapemperda Tanggapi Pendapat dan Pertanyaan Walikota Malang Atas Dua Ranperda

profile
Syahrul

04 November 2022 00:31

503 dilihat
Bapemperda Tanggapi Pendapat dan Pertanyaan Walikota Malang Atas Dua Ranperda
Bapemperda sedang menyampaikan tanggapan terhadap pendapat dan pertanyaan Walikota Malang pada rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang

KOTA MALANG - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, menanggapi pendapat dan pertanyaan Walikota Kota Malang terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Yaitu Ranperda tentang Fasilitasi Penyelengaraan Pesantren dan Pemajuan Kebudayaan. 

Seperti yang disampaikan Ketua Bapemperda DPRD Kota Malang, Eko Hadi Purnomo, menurutnya, secara umum pesantren diakui dalam Ranperda tersebut. Namun hanya kepada lembaga yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Agama. Sebagaimana diketahui bahwa di Kota Malang, terdapat banyak lembaga pesantren yang terintegrasi dengan pendidikan umum. Seperti Islamic Boarding School dan Pesantren Mahasiswa.

Menjawab pertanyaan Wali Kota Malang, atas Ranperda tentang fasilitasi penyelenggaraan pesantren, disampaikan bahwa dalam Ranperda tersebut agar dapat ditambahkan pengertian tentang fasilitasi. Mengingat pada pasal 2 mengatur tentang asas fasilitasi, pasal 3 mengatur tujuan fasilitasi dan pasal 4 mengatur tentang ruang lingkup fasilitasi. Sementara konsep fasilitasi belum dijelaskan. Sehingga mengenai definisi fasilitasi akan ditindaklanjuti dan dimasukkan dalam pasal 1 tentang ketentuan umum.

Terkait banyaknya lembaga pesantren yang terintegrasi dengan pendidikan umum, seperti Islamic Boarding School dan Pesantren Mahasiswa, disimpulkan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam memberikan dasar tersebut. Sebab perihal perizinan pesantren langsung kepada kementerian agama. Selain itu, Islamic Boarding School maupun pesantren mahasiswa, tidak termasuk dalam definisi serta kategori pesantren, sebagaimana dimaksud dalam Ranperda.

Lebih lanjut, mengenai pertanyaan Wali Kota Malang, pada pasal 9 ayat 2 yang menyebutkan bahwa pesantren dapat memiliki santri lain. Sementara pada ayat berikutnya disebutkan bahwa santri lain ini tidak termasuk bagian dari unsur pesantren. Dijelaskan bahwa santri tidak bermukim tetap dapat dikatakan sebagai santri. Namun tidak dapat menjadi salah satu syarat adanya pesantren. Hal tersebut merupakan upaya preventif adanya pesantren-pesantren yang tidak memenuhi kualifikasi menjadi pesantren.

Eko Hadi Purnomo menambahkan, mengenai pertanyaan Wali Kota Malang atas Ranperda tentang fasilitasi penyelenggaraan pesantren mengenai peran pemerintah daerah, pada pasal 12 ayat 1. Dijelaskan bahwa pasal 12 adalah kebutuhan pokok pesantren yang ada di Kota Malang, dan hal tersebut adalah materi muatan lokal. Undang-Undang tidak dapat ditafsirkan secara kaku bahwa pemerintah daerah juga perlu untuk mentabulasi kebutuhan yang menjadi prioritas pesantren di Kota Malang. 

Berikutnya, menindaklanjuti pertanyaan Wali Kota Malang mengenai Ranperda pemajuan kebudayaan tentang pemahaman tata cara penyusunan pokok pikiran kebudayaan daerah. Disebutkan bahwa Ranperda tersebut nantinya sudah selaras dengan Perpres No 65 Tahun 2018, tentang tata cara penyusunan pokok pikiran kebudayaan daerah dan strategi kebudayaan.

"Dalam hal ini, penyusunan pokok pikiran kebudayaan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang, sudah selaras dengan Ranperda tentang pemajuan kebudayaan," papar Eko, saat rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang, Kamis (03-11-2022). 

Mengenai Ranperda pemajuan kebudayaan bab VII mengenai forum kebudayaan Kota Malang yang merupakan muatan lokal yang akan diatur dalam Ranperda ini, "Dijelaskan bahwa saran diperhatikan dan akan ditindaklanjuti dalam pembahasan tingkat panitia khusus", tutupnya. 

Editor : Redaksi

Tags
Anda Sedang Membaca:

Bapemperda Tanggapi Pendapat dan Pertanyaan Walikota Malang Atas Dua Ranperda

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT