Rabu, 17 Agustus 2022
Advetorial

Berbekal Surat Kepala Desa, Tambak Liar di Jember Serobot Sempadan Pantai

profile
Rochul

08 Juni 2022 23:17

910 dilihat
Berbekal Surat Kepala Desa, Tambak Liar di Jember Serobot Sempadan Pantai
Kondisi Tambak yang disinyalir makan sempadan Pantai. (SJP)

JEMBER - Inspeksi mendadak Komisi B DPRD Jember memperoleh kenyataan bahwa ratusan hektar area sempadan pantai selatan telah di serobot oleh pengusaha tambak liar hingga detik ini.

Puluhan tambak-tambak ilegal sudah banyak berdiri di lahan pesisir sepanjang wilayah Kecamatan Gumukmas dan Kecamatan Kencong.

Ironisnya, pendudukan paksa atas kawasan tersebut hanya dengan modal secarik surat kepala desa diduga sebagai penguat tambak.


Sejumlah kepala desa disinyalir sebagai pihak yang sekonyong-konyong menerbitkan warkat. Seolah petambak mendapatkan ijin.

Padahal, tindakan itu justru membuka kesempatan penggunaan area sempadan pantai secara liar yang secara langsung dimanfaatkan.

Para pengelola tambak liar hanya bisa menunjukkan surat yang diperoleh dari pemerintah desa saat diinterogasi Sekretaris Komisi B David Handoko Seto bersama Sekretaris Camat Gumukmas Yelly, dan Kapolsek Gumukmas AKP Subagio. 

Bahkan, beberapa orang yang berada di tambak sekadar mengaku sedang di pekerjakan oleh pengusaha tambak yang tidak diketahui pasti identitasnya.

Seolah mereka takut untuk menyampaikan sosok jati diri tuan yang mereka naungi bekerja.

"Masalah tambak liar ini akan kami usut sampai tuntas, karena penyerobotan sempadan pantai tidak dibenarkan," kata David, Rabu (8/6/2022).

Sekarang, lanjut David, bukti-bukti salinan surat kepala desa telah diumpulkan berikut juga dokumen kondisi di lokasi.

Pihak yang paling banyak menerbitkan surat untuk tambak liar, masih kata David, adalah Kepala Desa Kepanjen, Syaiful Mahmud.

"Yang bersangkutan kini sedang mendekam di sel tahanan karena menjadi tersangka kasus pungutan liar (Pungli) pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL)," imbuh dia.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Jember, Arif Tjahjono mengirimkan rekap data tentang legalitas usaha tambak.

"Ternyata, hanya ada 4 tambak resmi sejak lama berdiri. Sedangkan, yang tambak liar sementara ini terekapitulasi sebanyak 17 titik," papar dia.

Arif menegaskan, selama dirinya menjabat di DPM PTSP, masih belum pernah mengeluarkan satu izin pun tentang tambak.

Ulah kepala desa yang memberi jalan petambak ilegal, kata Arif, perlu ditangani serius oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

"Walaupun masalah penyerobotan sempadan bersumber dari para kepala desa yang membandel, wajib ditindak," tegas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (Dispemasdes) Jember, Adi Wijaya saat dikonfirmasi belum mendapatkan balasan.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jember, Sugiarto mengatakan para petambak liar yang teridentifikasi mencaplok sempadan pantai belum pernah berinisiatif mengurus perijinan budidaya udang. 

"Tidak ada lagi yang meminta ijin budidaya udang. Di pantai selatan banyak tambak yang tidak berijin," tegasnya. 

Setali tiga uang, 17 tambak liar tetap beroperasi tanpa ditindak tegas menyulut berdirinya tambak ilegal yang baru. Jumlahnya kini bertambah hingga dua kali lipat dari sebelumnya.

Perlu diketahui, untuk tambak yang legal menurut aturan yang semestinya yaitu bernama Delta Guna Sukses dan juga Anugerah tanjung Gumukmas.(Lum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Berbekal Surat Kepala Desa, Tambak Liar di Jember Serobot Sempadan Pantai

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT