Sabtu, 10 Desember 2022
Advetorial

Berlangsung Meriah, Wagub Jatim Puji Kinerja Ning Ita Saat Tutup Muhibah Jalur Rempah di Kota Mojokerto

profile
Andy

03 Juli 2022 11:17

628 dilihat
Berlangsung Meriah, Wagub Jatim Puji Kinerja Ning Ita Saat Tutup Muhibah Jalur Rempah di Kota Mojokerto
Wali Kota Mojokerto Ning Ita memberikan cenderata ke Wagub Emil Elestianto Dardak saat penutupan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022. (SJP)

KOTA MOJOKERTO - Malam penutupan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 di Kota Mojokerto berlangsung meriah kemarin, Sabtu 2 Juli 2022.

KRI Dewaruci yang membawa Laskar Rempah batch terakhir, Cendana ini bersandar di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jumat 1 Juli 2022 lalu sekitar pukul 15.30 WIB.

Selanjutnya berangkat ke Kota Mojokerto untuk melaksanakan malam penutupan.

Dalam malam penutupan di Rumah Rakyat, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyambut 34 Laskar Rempah batch terakhir, Cendana.

Tak hanya itu, dalam membuka sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menyampaikan pantun untuk Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.

"Pagi-pagi sarapan bubur, jangan lupa membeli ronde. Selamat datang Pak Wakil Gubernur, inilah Mojokerto, Kota Onde-onde. Alhamdulilah, pada malam hari ini, kita masih diizinkan oleh Allah SWT untuk bersilaturahmi dalam sebuah pertemuan yang penuh kehangatan, yaitu penutupan Muhibah Jalur Rempah tahun 2022 di Kota Mojokerto, Bumi Majapahit," ungkap Ning Ita.

Lebih lanjut, Ning Ita mengatakan, Festival Jalur Rempah ini terwujud berkat kerjasama semuanya. Alhamdulilah, Kota Mojokerto ini sudah menjadi bagian dari agenda Muhibah Jalur Rempah yang ke-2 di tahun 2022 ini.

Walkot Mojokerto Ning Ita saat mendapatkan cenderamata berupa miniatur tameng dan kapal Dewa Ruci dari Laskar Rempah

"Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat secara langsung khususnya Kemendikbudristekdikti dan Kepala BPCB Jawa Timur karena sudah menjadikan Kota Mojokerto sebagai bagian dari agenda rutin tahunan. Kalau tahun depan masih berjalan lagi, kami siap, dengan tangan terbuka untuk menyambut seluruh Laskar Rempah di Kota Mojokerto," harap Ning Ita.

Menurutnya, di tahun 2022 ini pihaknya bersyukur pandemi Covid-19 ini dapat terkendali di Jawa Timur, termasuk di Kota Mojokerto. Sehingga, bisa menyelenggarakan acara dengan peserta yang sangat banyak. Kebetulan, Kota Mojokerto baru saja menyelenggarakan hari jadinya yang ke-104.

"Peringatan hari jadi ini berlangsung selama 18 hari, yang dimulai dari tanggal 16 Juni sampai kemarin penutupan. Rangkaian agenda kegiatan ini, kami selenggarakan secara nonstop dan puluhan ribu masyarakat yang hadir secara langsung. Ini bisa menjadi satu pemantik untuk pergerakan perkenomian di masyarakat level bawah, sehingga pertumbuhannya bisa naik di atas 5,6 persen," jelasnya.

"Kita tahu bahwa Indonesia sebagai poros maritim dunia, yang kebetulan Mojokerto ini dialiri 7 sungai besar, salah satunya adalah Sungai Brantas. Berdasarkan literasi sejarah, jelas ada salah satu dermaga  di masa itu berada di Mojokerto. Ini juga terhubung dengan berbagai budaya yang merupakan bagian yang terpisahkan dengan jalur rempah tersebut, seperti minuman rempah," tandasnya.

Wagub Jatim Emil dan Walkota Mojokerto Ning Ita saat menari bersama Laskar Rempah

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elsetianto Dardak merasa terhormat dengan dipilihnya Kota Mojokerto sebagai tempat penutupan rangkaian yang luar biasa ini. Kebetulan, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-104.

"Saya melihat Bu Wali Kota ini energik luar biasa dan terus berjuang. Meski Kota Mojokerto ini kecil secara geografis tapi besar dalam resonansi budaya, inilah yang mungkin ingin diwujudkan. Ada satu komitmen untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai episenter dari kebudayaan-kebudayaan nusantara," ungkap Emil, sapaan akrab Wagub Jatim.

Lebih lanjut, Emil mengatakan, kebetulan berbakat juga ya laskar-laskar rempahnya. Mampu menunjukkan bakatnya, ada yang suaranya bagus, ada yang kreatif walaupun untuk nyindir. Nyindir, kalau merdu Insyaallah nggak apa-apa yang disindir.

"Termasuk katanya beasiswa, kalau ada yang mau sekolah di Jawa Timur. Nanti kita koordinasikan denga Bu Wali Kota lalu kita laporkan ke Bu Gubernur. Kalu di Jawa Timur, kita punya cita-cita ingin menjadi tempat bekumpulnya putera-puteri terbaik nusantara," jelas Emil.

Kedatangan Emil ke Mojokerto kali ini mewakil Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang akan menunaikan ibadah haji. Emil menegaskan pesan Gubernur agar ia dapat hadir di acara ini, ternyata karena ini momen yang sangat luar biasa.

"Insyaallah, ini menjadi momen yang bersejarah. Di dalam ikhtiar bangsa kita, untuk memperjuangkan jalur rempah sebagai Attainable Heritage di Unesco, Insysallah langkah kita malam hari ini, di Rumah Rakyat Kota Mojokerto akan menjadi saksi sejarah yang bisa menjadi kebangsaan bangsa kita," pungkasnya.

Malam penutupan Muhibah Jalur Rempah 2022 di Kota Mojokerto ini berlangsung meriah, dengan diiringi nyanyian, tarian bersama Laskar Rempah denga Wagub Emil dan Walkot Mojokerto Ning Ita serta pejabat dari Kemendikbudristek.

Tak hanya itu, suguhan makanan khas Jawa Timur sengaja disajikan Pemkot Mojokerto untuk Laskar Rempah dan hadirin, mulai dari bakso, tahu campur, makanan ndeso, kambing gule hingga tongseng kambing. Untuk minuman hangat, ada teh, kopi, wedang jahe hingga wedang uwuh. Sedangkan minuman dinginnya, ada es dawet dan buah.

Setiap hadirin, baik pejabat dan laskar rempah mendapatkan kenang-kenangan dari Walkot Ning Ita berupa udeng atau ikat kepala khas Kota Mojokerto.


Sejarah Muhibah Budaya Jalur Rempah

Kapal Dewa Ruci saat perjalanan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022

Selama 31 hari, 147 pemuda-pemudi Laskar Rempah berlayar melakukan napak tilas jejak perdagangan rempah di Indonesia.

Pemuda-pemudi terpilih ini mewakili 34 provinsi di Indonesia. Laskar Rempah juga diajak berkeliling mengarungi lautan Nusantara di 6 titik yaitu Surabaya, Makassar, Bau-Bau, Ternate, Banda Neira, Kupang, dan Surabaya menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci.

Selain berkunjung di mana saja sumber-sumber rempah, Laskar Rempah ini juga melihat potensi wilayah-wilayah itu di masa sekarang.

Dalam pelayaran ini, terbagi menjadi 4 batch di antaranya batch Lada (Surabaya – Makassar), batch Cengkeh (Makassar – Ternate), batch Pala (Ternate-Kupang), dan batch Cendana (Kupang-Surabaya).

Kalau China punya Jalur Sutra, maka Indonesia punya Jalur Rempah. Harapannya, Jalur Rempah ini bisa diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Ini juga sesuai dengan visi Presiden, yang ingin Indonesia kembali menjadi poros maritim dunia dengan produk-produk unggulan, rempah. Selanjutnya, Muhibah Budaya Jalur Rempah dapat ke arah barat, karena seluruh Nusantara punya peran penting dalam sejarah perdagangan rempah di Indonesia.

Kapal Dewaruci ini dibuat di Jerman 1952. Sebelumnya diutamakan untuk membina mental dan kerja sama sebagai pelaut bagi para taruna. Kali ini turut menyukseskan pelayaran Jalur Rempah. (ADV)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Berlangsung Meriah, Wagub Jatim Puji Kinerja Ning Ita Saat Tutup Muhibah Jalur Rempah di Kota Mojokerto

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT