Sabtu, 21 Mei 2022
Advetorial

Cegah Stunting, Pemkab Mojokerto Luncurkan Gebyar Pemakaian Pil KB Progestin

profile
Andy

14 April 2022 19:46

608 dilihat
Cegah Stunting, Pemkab Mojokerto Luncurkan Gebyar Pemakaian Pil KB Progestin
Suasana peluncuran Gebyar Pemakaian Pil KB Progrestin. (SJP)

MOJOKERTO - Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dalam mencegah stunting, salah satunya dengan meluncurkan pil KB progestin.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak. Kondisi ini berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Al Barra, menerima kunjungan kerja Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Hasto Wardoyo, di rumah Dinas Bupati Mojokerto, Kamis (14/4/2022) pagi.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo bersama ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, mengunjungi Kampung Keluarga Berencana (KB) Desa Kepuhanyar sekaligus meluncurkan Gebyar Pemakaian Pil KB bagi ibu menyusui dan pelayanan implan se-Kabupaten Mojokerto, yang digelar di pendopo Balai Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama Desa Kepuhanyar yang telah resmi meluncurkan pil KB progestin yang aman bagi ibu menyusui guna mendukung pemberian ASI eksklusif dan mencegah terjadinya kekerdilan (stunting) pada anak.

“Dalam pil isinya hanya progesteron. Ini tidak menghambat air susu dan air susunya bahkan jauh lebih baik,” jelasnya.

Hasto menuturkan, bahwa dengan menyusui, Ibu dapat menghasilkan ASI dalam jumlah yang banyak sehingga pemberian nutrisi pada bayi berjalan dengan optimal.

Ia juga menyarankan para ibu untuk rajin memberikan ASI pada bayi minimal tiga jam sekali. Karena selama waktu tersebut, perut bayi sudah kosong dan menjaga produksi ASI tetap dalam kondisi baik.

Ia menambahkan, pada saat menyusui, ada baiknya ibu secara bergantian menyusui melalui payudara yang berbeda supaya air susu pada kedua buah payudara menjadi seimbang.

“Misalnya, menyusui dengan payudara kanan sebentar saja. Bayi itu lapar tiga sampai empat menit, kemudian langsung pindahkan ke sebelahnya sekitar lima sampai enam menit. Lebih lama sedikit, bayinya sudah tidak begitu lapar sehingga imbang,” katanya.

Diketahui, sebelum melakukan launching Gebyar pil KB untuk ibu menyusui, Kepala BKKBN bersama Bupati Mojokerto mengunjungi dan memberikan bantuan kepada 3 keluarga di desa Kepuhanyar yang mempunyai anak stunting. Bantuan berupa alat rumah tangga berupa kompor dan makanan seimbang. 

Editor: Doi Nuri

Tags
Anda Sedang Membaca:

Cegah Stunting, Pemkab Mojokerto Luncurkan Gebyar Pemakaian Pil KB Progestin

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT