Senin, 28 November 2022
Advetorial

Datang di Jember, KPK Nilai Indeks Integritas Pemkab Jember Rendah

profile
Rochul

13 November 2022 18:17

439 dilihat
Datang di Jember, KPK Nilai Indeks Integritas Pemkab Jember Rendah
KPK saat datang di Kabupaten Jember. (SJP)

JEMBER – Dari hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dilakukan KPK RI. Nilai Indeks Integritas Pemkab Jember rendah dibandingkan kabupaten lain se Indonesia untuk saat ini.

Hal tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Pendapa Wahyawibawagraha Jember beberapa waktu lalu.

Diketahui, dari survei yang dilakukan sejak 4 Juli 2022 hingga 30 September 2022, Pemkab Jember hanya mendapat nilai 54, dibandingkan dengan rata-rata nilai kabupaten se Indonesia yakni di angka 70 koma sekian.

Dengan kondisi ini, KPK RI datang ke Jember untuk mencari tahu alasan rendahnya hasil survei tersebut di Jember.

“KPK hadir hari ini, kita melakukan monitoring evaluasi secara berkelanjutan terhadap tata kelola pemerintah yang ada di Kabupaten Jember. Ini berkelanjutan terus,” kata Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK RI, Brigadir Jenderal Polisi Bahtiar Ujang Purnama.

Ujang menjelaskan, untuk monev yang dilakukan. Pertama, ada 8 area yang dilakukan evaluasi.

“Dimana area-area tersebut, memang (katanya) Pak Bupati Jember sudah melakukan berbagai macam upaya perbaikan," katanya.

Ujang menegaskan, pihaknya melakukan pendorongan evaluasinya agar diterapkan di Pemkab Jember.

"Diantaranya, seperti puluhan aset untuk segera disertifikasi. Karena diketahui banyak aset ternyata belum disertifikasikan. Termasuk penyerahan aset dari pengembang-pengembang belum diserahkan secara total semuanya,” kata Ujang.

Kedua, masih kata Ujang, juga terkait dengan masalah motivasi kinerja para ASN.

“Kami (dorong untuk) ditingkatkan, yang pada prinsipnya KPK mendorong untuk tetap fokus tujuan organisasi," imbuhnya.

Kemudian, lanjut dia, proses menuju kesana, KPK akan melakukan evaluasi dan monitoring.

"Terutama juga terkait dengan penggunaan keuangan daerah, kemudian kewenangan yang dimiliki para individual maupun kepala dinas,” ulasnya.

Dari proses evaluasi yang dilakukan, lanjutnya, KPK RI juga memastikan, jangan sampai ada budaya korupsi di sana. 

“Sehingga penggunaan kewenangan-kewenangan, sesuai dengan hasil yang dicapai. Saya juga meminta dari ketua DPRD, untuk terus bersinergi dari eksekutif di dalam perencanaan dalam penataan Kabupaten Jember secara berkelanjutan, yang ramah lingkungan,” tegasnya.

Pihaknya berharap, seorang bupati atau kepala daerah di manapun kelak harus berkompetisi dengan (menyesuaikan) ekspektasi dengan keinginan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya.

"Ini yang akan kami kawal, dan memang saat ini temuan di Jember memang harus terus diperbaiki,” sambungnya.

Lebih lanjut Ujang juga menyampaikan, terkait juga salah satunya survei penilaian integritas lembaga organisasi, baik progres yang kemudian dilakukan oleh seorang leadership maupun individualnya. 

“Nilainya juga masih perlu diperbaiki dikemudian hari. Sehingga masyarakat percaya (kinerja pemerintah daerah),” tuturnya.

Kemudian dari monev yang dilakukan, Ujang menambahkan, poin ketiga pihaknya menekankan kinerja dari Inspektorat Jember.

“Harus respect, harus respon terhadap aduan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan," tegas dia.

Jika ada pengaduan terhadap inspektorat, Ujang mengimbau, harus segera ditindaklanjuti dan berikan jawaban kepastian tersebut kepada pengadu.

“Itulah tujuannya pengawasan dari eksternal. Dalam hal ini, Inspektorat juga harus aktif untuk bisa merespon tersebut. Dan memperbaiki tata kelola yang ada di pemerintah Kabupaten Jember,” imbuhnya.

Menanggapi terkait persoalan dugaan korupsi yang terjadi di sejumlah OPD di Jember. Salah satunya soal dugaan korupsi honor pemakaman di BPBD Jember.

“Kalau kami, semuanya kami atensi, tidak hanya wilayah BPBD saja. Hari ini kami berkomunikasi dengan teman-teman dari BUMD dari Badan layanan umumnya dan melihat tata kelolanya. Hari ini saya belum menemukan (indikasi) terhadap potensi korupsi yang ada di Kabupaten Jember,” kata Ujang.

Namun demikian, ketika Ujang melihat tata kelolanya, memang segala potensi itu ada. "Tapi kami ingin perbaiki. Sehingga potensi tersebut jangan sampai menjadi faktual kejadian,” ujarnya menambahkan.

Menanggapi hasil Monev yang dilakukan KPK RI di Jember, Bupati Jember Hendy Siswanto mengakui penilaian yang diberikan benar adanya.

“Kita sampaikan kepada teman-teman OPD. Bahwa kita berharap, agar teman-teman OPD bisa memberikan informasi apa yang didapat hari ini," kata dia.

Rencana program, menurut Hendy, harus buton up ke atas. Ia mengimbau OPD harus kreatif dan punya ide untuk mengejar kekurangan dan ketertinggalan,” kata Hendy.

“Soal KPK tadi, menekankan agar pengelolaan aset kita disertifikasi, ada ribuan. Tapi baru tahun kemarin kita mulai, dan baru 800 an yang disertifikasi," papar Hendy.

Ia lantas menegaskan, masih kurang 1100 sekian, dan masih  ada banyak yang harus dikerjakan. Sehingga harus dikembangkan, agar tidak mati.

"Kan nanti juga kalau sudah disertifikasi kan bisa kita sewakan dan dimanfaatkan dengan baik. Aset-aset ini, agar tidak punya beban soal anggaran yang kita miliki,” menambahkan.

Bupati Jember juga menambahkan, soal pengelolaan PAD disejumlah obyek aset milik Pemkab Jember.

“Seperti halnya soal PAD di Gunung Sadeng, harus segera segera pemanfaatannya. Soal izin-izin lewat provinsi atau ke Jakarta (pemerintah pusat)," pinta Hendy.

Ia menyarankan agar segera dikonsultasikan. "Karena problem kan ada di daerah. Jadi koordinasi akan lebih terstruktur agar bisa diutamakan agar izin-izin ini tidak sampai memberikan kebijakan yang salah. Kami berharap, agar ada retribusi pemanfaatan lahan,” katanya.

Soal warning jangan sampai ada korupsi, regulasi itu harus segera didiskusikan di awal. Jangan sampai tidak ada komunikasi, sehingga bisa mengantisipasi adanya korupsi. (Ulum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Datang di Jember, KPK Nilai Indeks Integritas Pemkab Jember Rendah

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT